Menciptakan Rumah Spiderman

0
80

.Mendekorasi rumah menjadi impian Anda selama ini. Tempat tinggal yang nyaman, besar, bersih, dan ramah lingkungan tentu akan sangat menyenangkan dan membosankan. Ya, senyaman-nyamannya rumah tersebut, toh tidak ada bedanya dengan rumah milik orang lain pada umumnya.

Bila Anda cukup berada, kini saatnya menghamburkan uang Anda dengan menciptakan rumah berarsitektur segila mungkin. Untuk apa? Untuk kepuasan batin Anda. Desain sebuah rumah dengan atap berada di tanah. Bila selama ini orang menciptakan rumah dengan atap berada di atas, kini buatlah rumah terbalik, seperti rumah yang ada di Gettorf, Jerman.

Rumah tersebut berdiri di atas atap runcing dan disokong oleh balok baja di bagian loteng. Di dalam rumah ini, segala sesuatu tampak lebih janggal lagi. Semua benda terpasang di atas, bukan di lantai tempat kaki manusia berpijak.

Anda jelas bisa masuk ke dalamnya, karena tinggi rumah ini mencapai 6,9 meter. Seluruh ruangan yang ada di dalamnya – dapur, ruang tamu, kamar mandi, dan kamar tidur – sengaja dibuat terbalik. Rasakan sejenak berperan menjadi Spider-Man dengan berdiri di langit-langit tanpa takut terjatuh.

Tiga orang tukang kayu daerah setempat, Gerhard Mordhorst, Geselle Splettstober, dan Manfred Kolax mendirikan bangunan ini bersama-sama. “Membangun rumah ini menjadi sebuah tantangan baru untuk kami,” ujar Mordhorst.

Sulit tentunya, karena untuk mewujudkan desain yang serba terbalik menjadi nyata, mereka harus sering membayangkan benda tersebut bila dilihat dari sebuah kaca. Mereka bertiga mendeskripsikan hasil karya tersebut sebagai sebuah pekerjaan yang benar-benar gila.

Kamar mandi menjadi ruangan dan bagian yang paling sulit dikerjakan, karena banyak benda di dalamnya yang berukuran besar dan memakan banyak tempat, seperti shower. Total ada sekitar 50 perabotan dan benda-benda – dari lemari pakaian, meja makan, tempat tidur, lukisan-lukisan, pajangan, hingga mangkuk makan – yang mereka letakkan di langit-langit.

Benda terberat yang harus diletakkan di atas kepala mereka adalah sebuah lemari pakaian berkaca seberat kurang lebih 50 kilogram. Tidak hanya berat, pekerjaan ini juga memakan waktu lama hingga berbulan-bulan, karena detilnya cara dan hasil kerja mereka.

Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan rela repot-repot memasangkan jarum dan benang pada sprei agar tetap rapi terpasang menyelimuti di bawah kasur. Ingat, semuanya serba terbalik, maka sprei yang biasanya ‘terlentang’ di atas kasur, kini berada di bawahnya.

Semua kerja keras dan jerih payah ini dirasa setimpal oleh Splettstober. “Saya sangat senang bisa menciptakan suatu hal yang unik,” jelasnya.

Mungkin bagi sebagian Anda, model rumah terbalik bukan hal baru. Intinya bukan menjadi pionir. Semua untuk kesenangan dan kepuasan Anda pribadi. Bila situasi keluarga dan pekerjaan Anda bisa terasa memuakkan dan terbolak-balik, mengapa tidak menciptakan sebuah rumah yang juga serba terbalik, namun menyenangkan untuk dilihat dan dikagumi?

(*Dari berbagai sumber)

SHARE