Alay Generator, Dukung Hobi Menulis 'Indah', Merusak Bahasa Indonesia

0
35

.Terkadang, bila sedang suntuk, Anda akan berjalan-jalan atau sekedar iseng melihat-lihat status orang-orang di berbagai jejaring sosial dan bermacam-macam forum. Saat seperti inilah Anda bisa tiba-tiba tertawa geli atau heran, dan sedikit geli mungkin? Hal ini tak lain disebabkan karena secara tidak sengaja Anda berpapasan dengan seseorang atau melihat tulisan dari seseorang yang berapa kali pun dibaca, Anda tetap tidak bisa menerka apa maksud tulisan tersebut dan bagaimana menerjemahkannya. Selamat! Anda telah bertemu dengan alay.

Fenomena alay sebenarnya sudah bukan hal baru lagi. Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa alay merupakan kependekan dari Anak Layangan. Orang-orang yang disebut alay diasumsikan seperti anak yang sering bermain layangan. Fisiknya menyerupai anak jalanan dengan rambut merah terbakar matahari, berantakan, nyleneh, dan segala macam keunikan lain. Kesan negatif sering dilekatkan dengan alay dan dihubungkan dengan ciri-ciri anak kampung, yang sering berusaha menjadi keren dan bergaya dalam hal berpakaian, bergaul, dan berkomunikasi, namun justru menjadi norak.

Bila Anda perhatikan, sekarang ini banyak bermunculan tulisan-tulisan dalam berbagai jejaring sosial, pesan pendek dalam kotak masuk telepon seluler Anda, yang aneh. Tulisannya menggunakan huruf kapital (huruf besar) dan huruf kecil yang tidak beraturan. Bila pada susunan kalimat dan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) bahasa Indonesia yang benar, huruf kapital hanya digunakan setelah tanda baca titik atau pada huruf pertama yang menyebutkan nama orang, benda, atau tempat, maka tidak begitu halnya dalam bahasa alay. Para alay akan menggunakan huruf kapital sesuai keinginan mereka sendiri. Dalam satu kata, bisa saja didapatkan lebih dari satu huruf kapital.

Tidak hanya itu, bahasa alay semakin sulit dibaca, dipahami, dan diterjemahkan karena pemenggalan kalimat atau kata tidak tepat. Ghiboo pernah mendapati sebuah kalimat berbahasa alay, yang antar kata bukan dipisahkan oleh spasi, melainkan sebuah tanda baca titik, sehingga membuat kalimat memiliki arti ambigu. Contoh kalimat, “Saya akan pergi dan telepon kamu dari kantor.” Dalam bahasa alay akan menjadi “5y.4kn.pr6.dn.3pUN.kM.d4r.kNTOR” Melihat kalimat dengan gaya tulis semacam ini mengingatkan Ghiboo akan pictograph, yakni tulisan berbasis gambar yang menjadi sarana berkomunikasi manusia primitif.

Gaya tulis alay pada umumnya banyak ditiru dan diikuti para anak remaja. Menulis semacam ini menjadi semacam kegiatan menarik untuk mereka. Bagi mereka, hal tersebut imut dan lucu. Namun tidak sedikit pula orang yang beranjak dewasa, yang masih kerap menggunakan, bahkan cenderung ketagihan berkomunikasi dengan bahasa alay.

Untuk Anda yang penasaran bagaimana caranya menulis dalam bahasa alay, masuk saja ke dalam situs Alay Generator, http://alaygenerator.co.cc/. Alay Generator merupakan kamus online terjemahan bahasa Indonesia – alay. Di sini Anda bisa membuat tulisan baku Anda sesuai permintaan dengan memasukkan angka, huruf kapital dan kecil yang disatukan, atau dengan menyingkat kata.

Sayang, kamus Alay Generator hanya dapat bekerja satu arah. Bila sudah bisa menerjemahkan bahasa alay – Indonesia, Anda tidak akan pusing lagi berusaha memecahkan arti ‘prasasti’ dari pesan pendek SMS (Short Message Messaging) teman atau keluarga Anda.

Perkembangan bahasa alay meresahkan, karena dapat merusak tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja, khususnya.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE