Audiojet, Lelaki-Lelaki dengan Wajah dan Album Baru.

0
29

.Siang tadi di kantor ARKA Music,Ghiboo berkesempatan hadir di acara syukuran album pertama Audiojet yang bertitel namanya sendiri. Bersama dengan beberapa rekan media dan personil Audiojet serta pihak label ARKA, Ghiboo juga berkesempatan mendengar 13 track yang ada di album baru mereka.

Menyimak satu persatu track yang ada di album tersebut seperti memberikan lagi satu warna dalam dunia musik rock Indonesia. Jelas kekuatan pertama band ini adalah suara Jerome sang vokalis yang sangat jantan. Terlepas dari itu, riff gitar dan lirik yang mudah dicerna juga menjadi kelebihan Audiojet. Pop rock yang kental dengan nuansa rock dewasa ala 90-an. Audioslave, Soundgarden, Foo Fighter jadi musik yang saat itu mereka dengarkan, jadi sangat wajar mendengar musik mereka yang ‘keras’ dan sangat lelaki.

Menyimak barisan anggotanya, ada beberapa wajah yang mungkin sudah sangat familiar dengan kita, seperti Seno, Indra atau Jerome sang vokalis. Sebelumnya, mereka memang tergabung dalam band yang lebih dulu tenar dan terkenal di Indonesia. Namun dengan jelas, Audiojet menyatakan bahwa yang dulu adalah masa lalu, dan Audiojet adalah rumah baru mereka, dimana kreatifitas mereka akan tercurah tanpa batas. Optimisme yang perlu didukung.

Sementara itu bicara tentang isi album mereka, ada satu benang merah yang menghubungkan warna musik yang mereka sebut jet rock. Warna musik rock yang progresif ini terdengar di beberapa lagu mereka yang bertempo cepat. Hanya menurut Ghiboo, warna ini justru luntur di nomor-nomor dengan tempo lambat. Sepertinya terjadi banyak penyesuaian yang dilakukan Audiojet untuk memenuhi selera pasar. Sehingga yang terjadi kemudian adalah beberapa rasa yang sedikit campur aduk.

Hampir seluruh lagu Audiojet masih berkisah tentang cinta. Patah hati, kecewa, sedih dan bahagia karenanya. Semua dikemas dalam bahasa yang ringan dan dari sudut pandang laki-laki. Rock yang jantan seperti ini nampaknya memang diperlukan di saat negara kita sudah terlalu menye-menye karena cinta yang mendayu.

Dalam acara siang tadi, jelas terlihat bahwa Seno dan Indra berupaya sekeras mungkin menanggalkan citra mereka dengan band yang lalu, sambil mengakui bahwa untuk album Audiojet ini mereka berusaha mengup-date gaya permainan mereka yang berbeda dengan yang dulu. Sementara Jerome, Krisna dan Dendy mengakui bahwa butuh waktu untuk bersenyawa dengan kedua rekannya dan lagu lagu baru mereka, tapi tetap mereka mengusahakan yang terbaik.

Optimis akan mampu menarik perhatian pecinta musik Indonesia dari kelas A,B dan C, mereka juga tidak menampik bahwa mereka ingin setiap kelas bisa mendengar musik mereka. Keseriusan mereka terbukti dari penampilan live mereka yang sudah cukup sering meskipun terhitung sebagai band baru. Selamat datang untuk Audiojet.

(sumber : Yovie Andhini)

SHARE