Show Me If You Really Are A Man

0
38

.Bagi perempuan, memahami laki-laki seperti menebak-nebak pemenang undian berhadiah, sulit diprediksi. Bahkan, ketika sudah menikah dan menjalani bahtera rumah tangga bersama, sang istri masih tidak mengerti apa sebenarnya yang diinginkan suaminya. Sebaliknya, si suami tidak mengerti mengapa pasangannya begitu penuh prasangka buruk terhadapnya.

Perbedaan dasar antara perempuan dan laki-laki terletak pada hormon yang terdapat dalam diri masing-masing. Pada laki-laki akan muncul hormon testosteron, yang menyebabkan munculnya kekuatan dan keberanian untuk membela diri dari segala ancaman yang membahayakan dirinya. Sedang para perempuan merasa tidak memiliki kekuatan untuk membela diri seperti itu ketika diri merasa terancam.

Ketika seorang laki-laki disakiti atau dikecewakan oleh seseorang yang sangat dipercayainya, ia akan membela diri secara fisik. Di lain pihak, seorang perempuan tidak akan mampu melawan secara fisik. Oleh sebab itu, sejak kecil, secara tidak sadar seorang anak perempuan sudah ‘membentengi’ diri agar tidak tersakiti dengan tidak mudah mempercayai orang lain.

Itulah sebabnya, mengapa seringkali suami atau pasangan merasa kesal, karena rasa curiga istri yang dianggap berlebihan dan tidak masuk akal, sedang bagi sang istri, inilah satu-satunya cara untuk melindungi diri dari rasa sakit hati dan kekecewaan.

Saat seorang laki-laki meminta istri untuk mempercayainya, bukan berarti istri tidak mau melakukan hal tersebut. Dia sangat ingin mempercayai suaminya, tentu saja. Namun, akibat rentannya perasaannya, dia tidak mampu begitu saja membuka diri terhadap pasangannya.

Sebagai contoh, bila seorang perempuan mendengar cerita dan rumor buruk mengenai Randi, misal, maka di dalam pikirannya akan selalu tertanam, bahwa Randi adalah seorang laki-laki yang tidak baik. Semakin sering dia mendengar kisah yang tak menyenangkan mengenai Randi, semakin besar gambaran seorang Andi yang jahat berada di kepalanya, meski mereka belum saling bertemu.

Suatu hari mereka bertemu. Mereka bekumpul bersama teman-teman yang lain selama hampir 24 jam. Ternyata Randi sama sekali bukan seperti orang jahat yang diceritakan orang-orang selama ini. Bahkan, sangat sopan dan bersahabat. Apakah perempuan ini akan langsung berubah pikiran? Tidak. Dia membutuhkan lebih banyak ‘hal’ nyata yang dialaminya untuk mendorongnya mempercayai, bahwa Randi sebenarnya lelaki baik-baik.

Hasilnya akan berbeda, bila secara berkala perempuan tersebut bertemu Randi. Mereka akan sering berinteraksi dan perempuan ini akan menyaksikan serta mengalami sendiri bukti-bukti mengenai sisi positif Randi. Lambat laun segala prasangka dan penilaian negatif akan menghilang dan tergantikan oleh sosok positif seorang Randi.

Begitulah perempuan. Bila seorang suami ingin agar istri mempercayainya sepenuh hati, maka dia harus berusaha sekuat tenaga untuk selalu berlaku sesuai perkataan yang telah diucapkannya. Perempuan tidak membutuhkan janji-janji manis tanpa perbuatan dan bukti nyata. Ya, dia memang akan senang mendengar janji-janji tersebut. Tapi, tetap saja, dia akan penuh rasa curiga dan tidak akan membuka diri sepenuhnya terhadap pasangannya, bila sang lelaki tidak menepati segala janji yang telah diucapkannya tersebut.

So, gentlemen, show your lady what a man really is by acting real.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE