Mengunjungi Tempat Tinggal Mbah Maridjan

0
43

.Gunung Merapi merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif sejak ribuan tahun lalu. Ledakan terbesar terjadi pada tahun 1006. Abu yang berasal dari letusan ini menutupi hampir seluruh kawasan pulau Jawa. Konon katanya, kejayaan kerajaan Mataram Hindu pun berakhir akibat kejadian tersebut. Kejadian terakhir yang masih hangat di benak Anda tentu letusan pada hari Selasa,26 Oktober 2010 lalu, pukul 17:02 waktu Indonesia barat. Bencana alam tersebut menewaskan kurang lebih 30 orang. Salah satu di antaranya adalah mbah Maridjan, seorang juru kunci di kawasan gunung Merapi, yang diamanahkan langsung oleh Sultan Hamengku Buwono IX.

Bertempat tinggal di desa Kinahrejo Cangkringan, Sleman, mbah Maridjan tidak akan pernah mau meninggalkan tempat tersebut dan rela wafat di sana apapun yang terjadi demi mengemban tugas dari sang sultan, sebagai juru kunci. Desa Kinahrejo dapat dijadikan salah satu pilihan obyek pariwisata, karena memiliki sisi mistis dan kepercayaan yang diyakini para penduduknya.

Menjadi desa yang harus dilalui untuk mencapai puncak Merapi, penduduk Kinahrejo percaya, bahwa gunung Merapi tersebut berpenghuni dan ada penguasanya. Mereka menyebut penguasa gunung itu dengan panggilan eyang Merapi. Sebuah dataran tandus dan gersang yang diapit dua gundukan kecil, dianggap sebagai pelataran keraton eyang Merapi. Untuk naik ke tempat tersebut, Anda harus mengucapkan salam (meminta izin) terlebih dahulu kepada sang eyang Merapi.

Kinahrejo adalah desa yang asri, indah, dan damai. Penguasa Merapi tidak suka dengan para pendatang yang bersikap aneh-aneh, ugal-ugalan, dan berbuat tidak senonoh. Menurut warga Kinahrejo, orang yang tidak menaati peraturan dasar kebudayaan di sana dan menyakiti hati penduduk lokal, kemungkinan akan mendapat musibah, seperti tersesat hingga terperosok jatuh ke jurang. Warga Kinahrejo ‘melabeli’ diri mereka sebagai rakyat keraton eyang Merapi.

Pintu Gerbang Keramat, bukit Kendit, bukit Wutah, dan mereka yang tinggal di wilayah Kinahrejo merupakan bagian dari keraton Merapi, maka akan selalu terlindungi dari marabahaya.

Meninggalnya mbah Maridjan dan warga Kinahrejo lain yang terkena imbas letusan gunung Merapi tentu mematahkan ‘teori’ kepercayaan penduduk setempat mengenai kebijaksanaan perlindungan dari eyang Merapi, namun kepercayaan-kepercayaan, tradisi lokal, serta cara berpikir mistis akan alam akan selalu menarik untuk diketahui.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE