Budaya Cinta dan Perdamaian Ala Les Nubians

0
32

.Perancis ternyata tidak hanya dipenuhi dengan desainer kondang, namun juga musisi berbakat. Sebut saja Les Nubians. Duo berkewarganegaraan Perancis berdarah Kamerun ini dapat membuat area panggung utama AHA cukup penuh dengan antrian orang yang telah menunggu beberapa menit sebelumnya untuk menyaksikan kebolehan mereka dalam bermusik pada AHA Java Soulnation 2010, di Istora Senayan, Jakarta.

Konser Les Nubians yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut dibuka oleh grup vokal dari bangsa sendiri, Dunia Lain, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilengkapi dengan dua backing vocal, seorang gitaris, drummer, dan pemain perkusi yang handal, ruangan AHA stage Sabtu, 30 Oktober 2010, sejak pukul 20:15 diselimuti oleh nuansa soul-R&B-jazz.

Muncul ‘seragam’ dengan rambut kribo, celana panjang tentara berwarna keabuan loreng hijau, dan atasan tak berlengan berwarna hitam, dua bersaudara Helene dan Celia Faussart membawakan beberapa lagu mereka, seperti Liberte yang diambil dari album baru, Temperature Raising, Sweetest Taboo, Autour de Minuit, dan masih banyak lagi.

Makeda, single yang melejitkan nama mereka pada tahun 1999 dan membuat Princesses Nubiennes menjadi album berbahasa Perancis terbaik selama beberapa dekade terakhir cukup membuat para pengunjung bergoyang.

Penampilan Les Nubians kala itu mengantarkan pesan yang sangat jelas, perdamaian dan cinta. “Apa definisi politik menurutmu?” tanya Helene pada saudaranya di jeda lagu. Celia dengan anggun dan santai menjawab, “Buat saya, politik itu tidak ada. Mata saya hanya dapat melihat kebudayaan.”

Hal tersebut menjelaskan, mengapa lagu-lagu yang diciptakan oleh Les Nubians banyak menceritakan kehidupan manusia, sejarah, dan bayak cerita mengenai kebudayaan. Itu juga mungkin alasan mereka mengenakan banyak aksesoris berbau etnik.

Pesan kebudayaan disampaikan pula melalui performa enerjik mereka dalam tarian-tarian yang menyerupai tarian tradisional Afrika dan selingan musik coda yang diisi dengan tabuhan perkusi dan iringan musik beraransemen musik padang pasir. Mengagumkan!

Tahukah Anda, bahwa malam itu Les Nubians bukan hanya ‘duta’ kebudayaan dunia, namun juga dapat menggila dan bersenang-senang bersama Coolio?

(Ghiboo)

SHARE