Halloween Party yang Mendidik

0
40

.Menikmati keceriaan Halloween tidak harus dengan memaksa orang lain memberikan permen atau kue untuk si kecil dalam ‘trick or treat‘ atau mengajak anak ke tempat-tempat yang menyeramkan. Alih-alih memberikan hiburan untuknya, si kecil justru akan trauma dengan perayaan Halloween.  
 
Jumat, 29 Oktober 2010 lalu, Miniapolis – tempat bermain anak – yang terletak di Plaza Indonesia bekerjasama dengan Vision Home Entertainment (PT Vision Interprima Pictures) merayakan pesta Halloween untuk anak dengan acara menonton film Barney’s Halloween Party dan membuat kerajinan tangan bersama.
 
Seluruh tim memakai baju dan kaos hitam lengkap dengan make-up ala hantu dan aksesoris seperti bando berbentuk tandu iblis untuk memberikan suasana Halloween, namun tidak cukup menyeramkan untuk membuat si kecil menangis ketakutan dan membenci ‘hantu’. Tidak hanya itu, arena nonton bareng pun dibentuk ala rumah tua dengan ‘hiasan’ sarang laba-laba, labu, dan banyak lampion yang terbuat dari kertas.
 
Kurang lebih pukul lima sore, anak-anak, yang mayoritas balita, sudah mulai mendatangi arena nonton bareng. Layaknya anak kecil pada umumnya, mereka terlihat malu-malu dan bingung. Namun suasana langsung mencair ketika ibu Dian – Marketing Manager Vision Home Entertainment – selaku host mulai mengajak anak-anak untuk bernyanyi bersama.
 
Kalimat-kalimat yang disampaikan untuk berdialog sengaja menggunakan dua bahasa, Inggris dan Indonesia untuk melatih si kecil fasih berbahasa Inggris sejak dini. Tawa, keceriaan, dan tingkah laku anak yang lucu serta enerjik memenuhi suasana sore itu. Tidak hanya menyanyi, mereka pun diajak untuk menari bersama. Selesai menonton fim, si kecil berkesempatan belajar menciptakan kerajinan tangan sederhana yang dipandu oleh tim.
 
Acara tersebut membuktikan, bahwa mendidik anak tidak harus dengan cara membosankan dan formal dengan duduk manis di kelas.
 
(Cecilia)

SHARE