Memorable Java Soulnation 2010

0
21

.AHA Java Soulnation 2010 berakhir dengan cukup sukses. Event yang diadakan tanggal 29-30 Oktober 2010 kemarin membuat Jakarta berkesempatan melihat para musisi yang luar biasa, baik internasional maupun dari Indonesia sendiri. Java Production selaku penyelenggara berusaha memberikan yang terbaik demi berlangsungnya acara ini. Dengan menggandeng AHA sebagai sponsor utama, dan Bank Mandiri, A Mild dan Tebs sebagai sponsor pendukung, Soulnation menyuguhkan event dengan kualitas yang bagus dan skala yang luas.

Dari awal kedatangan, seperti biasa Java yang sudah terbiasa dengan konser berskala besar, memberikan pengamanan yang berlapis pada pintu masuk, menyediakan information booth yang sangat membantu, serta food court yang terjangkau dan bervariasi. Suasana cukup semarak dengan booth yang tertata rapi dan gimmick yang ada di masing-masing booth. Penempatan posisi empat stage sudah sangat pas, sehingga tidak mengganggu satu sama lain. Java Production juga disiplin dalam menerapkan waktu tampil para performer. Hampir seluruh pengisi acara tampil tepat waktu, baik artis internasional maupun artis lokal. Hal ini seperti terdengar sepele, namun ini justru sangat membantu pengunjung untuk lebih mudah menentukan pilhan stage yang akan didatangi.

Saat Ghiboo hadir di hari Jumat sore situasi nampak tak begitu ramai, namun semakin malam jumlah yang berkunjung makin banyak. Line up yang dijadwalkan memang cukup menjanjikan. Antara lain yaitu SOB, Guntur, Drew, Saba, Bayu Risa, Jemima, Soul ID, Soulvibe, Raul Midon, Bag+Beat, Indonesian Youth Regeneration dan Akil The MC from Jurasic 5 & Louis Logic yang berbagi panggung di A Mild Stage, Mandiri Stage dan Tebs Stage. Sementara AHA Stage dibuka oleh Pandji Pragiwaksono, dilanjutkan show utama Simply Red dan terakhir adalah Relax. Pencuri perhatian utama tentu saja adalah Simply Red. Java sungguh jitu menempatkan mereka sebagai performer dalam show yang terpisah. Konser yang juga merupakan bagian dari Farewell Tour Asia ini sekaligus menjadi konser perpisahan Simply Red yang akan bubar. Sungguh satu kesempatan langka untuk menyaksikan Simply Red pertama dan terakhir kali di Indonesia. Musikalitas yang ditampilkan mereka sungguh luar biasa dan didukung oleh sound system yang juga luar biasa. Jika boleh memuji serasa tak ada bedanya dengan rekaman kaset atau CD, bahkan bisa jadi suara Mick Hucknall terdengar lebih bagus karena kita bisa menikmatinya secara live. Konser yang sungguh berharga dan tertinggal di hati.
 
Performer lain yang cukup mencuri perhatian adalah Relax yang tampil pukul 23.30 di AHA stage. Mereka memberikan penampilan yang luar biasa enerjik, dan membuat penonton ikut bergoyang bersama mereka sepanjang konser. Musik yang dimainkan berirama reggae, ska, bahkan sedikit punk. Ketukan drum yang mantap jadi dasar musik Relax, plus perpaduan keyboard, gitar, bass, juga akordeon yang terdengar so groovy. Sang vokalis juga pandai mengolah kata dan mengusik emosi penonton dengan guyonan yang dilemparkan. Kita dengan senang membiarkan diri terhanyut dalam permainan Relax.
 
Akil the MC from Jurasic 5 juga tampil atraktif. Meskipun jumlah penonton sudah berkurang banyak malam itu, tapi Akil yang juga seorang rapper legendaris underground di Amerika memberikan penampilan yang berbeda bagi penggemar setianya. Tanpa sungkan Akil memutuskan bergabung dengan penontonnya sendiri, dan memberikan tantangan rap battle saat itu juga. Tak kurang dari lima orang penonton yang menunjukkan bakat dan kemapuan rap-nya. Rupanya mereka adalah rapper Jakarta yang sungguh-sungguh menanti kedatangan Akil sang idola. Personil Batik Tribe, X-Calibour bahkan Coolio terlihat ikut menunjukkan kemampuannya.

Di hari kedua, musisi Indonesia terlihat lebih mendominasi, Soul D’soul Joeniar Arief feat. Lala Suwages & Soulmate, Les Nubians dan Barry Likumahuwa menjadi pengisi AHA Stage. Sementara tiga stage yang lain terbagi rata antara Ecoutez, Tambuco, Yacko, Dira J. Sugandhi, Calvin Jeremy, Tangga, Raffi and the Beat, Sandhy Sondoro, Electro Funk Latin feat DJ Max Don & Yeppy Romero, Boogiemen & Homegrown, Relax dan Coolio.

Les Nubians tampil cantik. Musik chill out yang mereka bawakan menjadi medium yang sangat tepat dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Penggemar Les Nubians bergoyang dan terhanyut dengan penampilan mereka. Satu kejutan manis justru datang dari Sandy Sondoro. Lebih dari seribu orang menanti kehadirannya malam kemarin. Sandy seperti biasa tampil membius dengan karakter suaranya yang sangat kuat. Demikian halnya dengan Dira Sugandhi yang tampil di A Mild Stage sebelumnya. Tak salah jika mereka berdua saat ini naik daun, kekuatan vokal mereka sungguh di atas rata-rata.

Jangan lupakan juga Coolio. Coolio yang menjadi penutup Soulnation di A Mild Stage tampil dengan kocak. Poin plus yang membuatnya dekat dan mendapat perhatian dari penonton, di samping kerinduan akan Gangsta Paradise yang dibawakan langsung oleh sang artis. Coolio sukses menghibur penggemarnya malam kemarin.

Melihat banyaknya artis yang tampil di beberapa panggung berbeda, sepertinya tak mungkin membahas seluruhnya. Terlalu banyak musisi berkualitas yang tampil memikat seperti Raul Midon, Barry Likumahuwa, Joeniar Arief dan Lisa Suwages, Boogiemen, Pandji Pragiwaksono, Jemima dan Raffi and The Beat serta performer kejutan seperti Ruth Sahanaya dan Andien. Kekuatan musik dan vokal berpadu sempurna.

Meskipun begitu, tak bisa dihindari ada beberapa artis lokal yang tampil kurang maksimal. Meskipun bukan di panggung utama, namun efeknya cukup terasa. Kejutan yang berusaha dihadirkan dengan memberikan variasi pada lagu justru seperti main-main karena aransemen yang terkesan kurang matang. Upaya kolaborasi yang dilakukan dengan beberapa artis yang bukan penyanyi juga tidak tergarap dengan maksimal dan jauh dari upaya memberikan sesuatu yang baru. Tak bisa dipungkiri kualitas dan bakat menjadi modal panggung yang menentukan.

Satu hal lain yang cukup mengusik di event Java Soulnation kali ini adalah performer yang tidak jauh berbeda dengan Java Jazz. Beberapa nama besar sama-sama tampil di kedua event ini. Hal tersebut kemudian menjadi suatu penanda yang signifikan, yang tentunya juga disadari oleh penonton yang hadir. Memang ini problematika tak berujung, mengingat musisi soul di Indonesia tak cukup banyak, yang sekaligus juga menunjukkan genre soul yang belum terlalu jelas terurai dari jazz sebagai akarnya. Khusunya di Indonesia, pangsa soul masih menyisakan banyak tempat yang bisa diisi oleh musisi muda berbakat lainnya. Semoga kelak wilayah ini segera penuh terisi.   

Sementara bicara mengenai jumlah pengunjung, Java Soulnation kali ini memang tak menyedot penonton sefantastis tahun lalu. Kemungkinan besar penurunan jumlah pengunjung ini terkait dengan banyaknya konser di Indonesia, di samping Indonesia juga sedang berduka atas musibah bencana yang terjadi berturut-turut. Disisi lain, performer yang tampil hampir sama dengan Java Jazz bulan Maret lalu. Tentunya hal ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk mereka yang ingin mendapatkan performer yang tidak itu-itu saja.

Secara keseluruhan, AHA Java Soulnation 2010 bisa dikatakan sukses, Java Production perlu diberi selamat bisa mengadakan event ini dengan lancar di antara waktu yang begitu sempit diapit event rock dan juga konser musik besar lainnya. Situasi yang tak bisa ditangani dengan mudahnya. Persaingan yang makin tajam di wilayah konser hiburan nyatanya tetap membuat Java berusaha memberikan yang terbaik untuk pecinta musik tanah air. Sampai jumpa di Java Jazz 2011.

(Ghiboo)

SHARE