Real Love For Disabled Family Member

0
38

.Cacat membuat manusia kehilangan banyak fungsi tubuh dan membuat dirinya terlihat berbeda dari orang pada umumnya. Akuilah, bahwa pada saat melihat seorang yang cacat melintas di depan mata, Anda sering merasa bersyukur dalam hati, karena keluarga Anda dapat dikatakan cukup ‘sempurna’ sewajarnya. Bagaimana bila skenario kehidupan keluarga Anda berubah sedikit melenceng dengan dirinya mengidap cacat fisik ataupun mental? Apakah Anda akan ‘menyembunyikan’ saudara Anda dari lingkungan sosial dan tidak mengakui pertalian darah dengannya di depan umum? Malukah Anda? Don’t be.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari tahu tentang ‘kekurangan’ yang dialami kakak, adik, ayah, ibu, atau pasangan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi fisik dan kejiwaannya. Bicarakan hal ini dengan guru atau dosen yang membimbingnya – di sekolah atau kampus – atau dengan teman sekantornya, sehingga mereka juga bisa turut ‘membantu’ keluarga Anda dalam mengembangkan kemampuan dan kepercayaan dirinya.

Mungkin hal terberat yang akan Anda hadapi adalah ‘ikut’ menerima ejekan dan sindiran mengenai kekurangan fisik anggota keluarga. Jangan lari dari hal ini. Beban mental yang Anda terima tidaklah sebesar yang dirasakannya. Hadirlah selalu untuknya dalam menghadapi hinaan-hinaan dan pelecehan tersebut. Sering-seringlah berlatih tanya-jawab dengan teman atau anggota keluarga lain agar dapat memberikan jawaban yang menguatkan saat ‘diserang’ pertanyaan-pertanyaan konyol mengenai cacat yang diderita keluarga Anda.

Selain itu, berikan pujian dan dorongan atas hal-hal yang dapat dia lakukan sendiri. Jangan manjakan dia. Suatu saat hal ini akan berguna untuknya mencapai kemandirian kala menjadi sebatang kara yang kekurangan fisik mental dan fisik di hari tua. Menjadi cacat bukan berarti dia tidak bisa melakukan apa pun. Bila Anda rela berkorban perasaan, tenaga, waktu, pikiran, dan keuangan demi dirinya, dia pun akan menyayangi Anda dengan tulus menggunakan seluruh kemampuannya.

Contoh nyata dilakukan oleh seorang lekaki cacat fisik asal Oregon. Howard yang lumpuh rela menempuh medan berat dari atas kursi roda demi menemukan bantuan dari para pemburu sejauh tiga mil untuk menyelamatkan adiknya, yang terjebak di dalam mobil yang tertutup salju tebal selama dua hari. Howard (73) dan Janice Partridge  mengendarai mobil sejak Rabu, 27 Oktober 2010 lalu menuju kawasan hutan untuk melihat dedaunan musim gugur. Mereka dilaporkan hilang karena tidak kunjung kembali ke rumah.

Bila orang yang berkekurangan saja mampu melakukan hal mulia sebesar itu, seharusnya Anda pun bisa menghargai dan ‘membela’ anggota keluarga yang cacat fisik ataupun mental.

(dari berbagai sumber)

SHARE