Etika Bersosialisasi di Dunia Maya

0
69

.Saat ‘bertualang’ dan menjelajah dunia maya, apakah Anda sudah menerapkan etika-etika yang ada, layaknya sopan santun dalam berinteraksi dengan orang di dunia nyata? Berikut adalah beberapa etika dalam bergaul di dunia maya, yang mungkin sering Anda lupakan hingga menimbulkan masalah.

Beberapa orang membuat sebuah akun di sebuah social media untuk tujuan pribadi, seperti mencari jodoh, bertemu kawan lama, mencari teman baru, dan sebagainya. Namun banyak juga yang sengaja menjadikan akunnya sebagai ajang promosi bisnis yang digelutinya. Sebelum Anda melakukan mempublikasikan sesuatu di sana, pikirkan kembali, apakah hal tersebut akan bermanfaat untuk ‘teman-teman’ Anda di sana atau justru hanya akan menjadi spam (baca: iklan) dan membuat jenuh banyak orang.

Ada banyak cara, wadah, dan aplikasi yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Sebut saja email atau surat elektronik, Yahoo Messenger, Twitter, Fecebook, dan masih banyak lagi. Bila Anda hendak menghubungi seseorang, kenali dulu kebiasaan dan karakter orang tersebut di dunia maya. Jangan sampai ia merasa terganggu, hanya karena Anda berusaha berkomunikasi memperjelas tindak lanjut kesepakatan bisnis di wall atau message Facebook. Jelas ia merasa terganggu, karena orang tersebut hanya melakukan segala hal yang berhubungan dengan bisnis melalui Yahoo Messenger atau email. Sayang sekali, bila pertemanan atau perjanjian bisnis Anda gagal, hanya karena salah paham.

Saat Anda mengeluh bahkan mengumpat, mengeluarkan segala unek-unek dan kekesalan Anda di jejaring sosial, ingatlah satu hal, semua orang akan membaca dan mengetahui apa yang Anda tulis. Ya, berpendapat memang hak Anda. Namun jangan lupa, teman-teman Anda di jejaring sosial tersebut juga punya hak untuk tidak merasa risih dan ‘diserang’ secara tidak langsung oleh pernyataan yang telah dibuat tersebut.

Anda harus lebih berhati-hati dalam bersosialisasi di jejaring sosial. Benar, Anda tidak harus memahami perasaan tiap-tiap orang. Sebaliknya, mereka pun tidak harus ikut ‘menanggung’ kekesalan Anda dengan bombardir status-status Anda yang ekstrim. Hold your self and everyone’s happy.

(Berbagai sumber)

SHARE