I Know What You Did Last Night

0
44

.Suami atau istri berubah perangai? Sikap yang biasanya dingin menjadi hangat dan romantis? Atau sebaliknya, Dia yang selalu perhatian kini tiba-tiba seperti tidak lagi menganggap Anda ada di dalam hidupnya? Ada apa gerangan? Mungkinkah dia berselingkuh?

Daripada berspekulasi dan menuduhnya macam-macam, cari buktinya dan tanyakan langsung hal ini kepada yang bersangkutan, pasangan Anda. Bila memang pasangan berselingkuh, pada sesi tanya jawab, Anda akan mendapatinya berbohong. Bagaimana caranya mengetahui pasangan sedang membohongi Anda? J.J.Newberry, seorang agen federal terlatih memiliki beberapa tips dalam menginterogasi seseorang. Kemampuan menganalisa seseorang ini dapat diasah dan dilatih setiap hari sehingga kebenaran dapat terkuak tanpa melakukan kekerasan.

Saat pasangan menjawab atau menjelaskan sesuatu, perhatikan dengan detil seluruh kalimat dan kata-kata yang digunaknnya satu per satu. Orang yang berbohong cenderung tidak konsisten dalam menyatakan sesuatu. Newberry memberi contoh, seseorang mendengar suara tembakan, namun mengaku tidak melihat. Ada yang aneh di sini. Umumnya, saat seseorang mendengar bunyi yang tidak lazim, apalagi suara tembakan, tubuhnya akan langsung bereaksi mencari tahu dari mana sumber suara berasal. Hal ini berarti, bahwa orang tersebut benar melihat, karena ia mencari tahu.

Tidak konsisten juga berjalan searah dengan tingkah lakunya yang kontradiktif. “Apa kamu pernah menelepon A?” tanya Anda pada pasangan. Untuk menutupi kebohongannya, ia akan berkata tidak. Tapi sadarkah Anda, bahwa pada saat ia berkata ‘tidak’, kepalanya akan mengangguk menyatakan kebenarannya (baca: ia benar menelepon A), meski cuma sebentar dan dalam gerakan kecil. Kontradiktif perilaku fisik dapat dilihat dari ketidaksamaan pernyataan antara ‘bahasa tubuh’ dan suara, suara dan kata-kata yang diucapkan, ‘bahasa tubuh’ dan kata-kata, atau mimik wajah dan kata-kata. Perhatikan dengan cermat. Semua kontradiktif, meski dalam skala kecil, dapat menandakan sebuah kebohongan yang berusaha ditutupi.

Pada saat dia lengah dan tidak merasa terancam, ajukan sebuah pertanyaan secara tiba-tiba dan yang tidak disangka-sangka. Skak-mat semacam ini akan membuatnya secara tidak sadar akan membuatnya memberikan jawaban yang sebenarnya, karena ia belum siap.

Memang benar, bila dikatakan di atas, bahwa perubahan sikap secara tiba-tiba bisa menandakan adanya suatu kebusukan dan kebohongan yang sedang berusaha disembunyikan dengan rapi. Hal ini diungkapkan pula oleh Maureen O’Sullivan, Ph.D., seorang profesor Psikologi di Universitas San Fransisco. “Berhati-hatilah terhadap orang yang sehari-hari terlihat tenang, namunn mendadak kini ia selalu cemas dan tegang atau sebaliknya,” ujarnya. Bisa jadi orang tersebut sedang ‘menyimpan’ suatu rahasia.

“Kamu ini lucu. Mana mungkin aku selingkuh dengannya?” ujar pasangan sembari tersenyum, menenangkan hati Anda. Senyum yang terukir di wajahnya tidak seceria dan selebar biasanya. Mungkin, karena dia sedikit kesal telah dituduh macam-macam, tapi dia tetap tersenyum karena kecemburuan Anda begitu konyol. Atau dia memang memaksakan tersenyum meski berat, karena dia memang terlibat perselingkuhan? Seorang pembohong cenderung merekayasa sebuah senyuman di wajahnya untuk menutupi perasaan dan pikiran yang sebenarnya sedang ia rasakan. Jangan abaikan insting Anda. Senyum yang dipaksakan biasanya tidak selebar senyum pada saat ia benar-benar sedang bahagia. Ketulusan seseorang dapat terlihat dari senyumannya. Begitu pula dengan ekspresi ketakutan akibat berhubungan dengan lawan jenis lain tetap saja akan terlihat dan muncul, meski samar dan hanya dalam hitungan detik.

Menjawab terlalu detil memang bagus, namun bisa berarti pasangan memang telah mempersiapkan jawaban sedetil mungkin dan rapi agar skenario berjalan sempurna. “Pulang jam berapa kamu dari kantor kemarin?” tanya Anda kepadanya. “Aku tadi banyak kerjaan. Sekretarisku tiba-tiba izin sakit dan ada banyak meeting dadakan. Waktu mau pulang, hujan deres banget. Akhirnya aku stay di kantor sampai malam. Aku baru pulang setelah reda. Eh, di jalan ban mobilnya pecah. Enggak tahu, deh, sampai rumah jam berapa? Aku langsung tidur. Capek.” itu jawaban pasangan. Detil, ya? Panjang? Ya. Jawabannya sangat detil dan berbelit-belit, namun pada akhirnya ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan, pukul berapa ia pulang kantor kemarin? Mungkin dia tidak mau Anda tahu. Oleh sebab itu ia mengarang sebuah cerita mengenai hari yang sial dan melelahkan, hingga untuk melihat jam saja ia tidak sempat.

Berhadapan dengan seorang pembohong, Anda harus banyak berlatih mengasah kepekaan terhadap kejanggalan. Tidak boleh mengabaikan insting sekecil apapun. Meski begitu, jangan hanya berpatok pada insting, namun cari dan temukan pula bukti-buktinya. Gotcha!

(Berbagai sumber)

 

SHARE