Kucing-Kucingan Dengan Anak di Dunia Maya

0
24

.Orangtua yang baik adalah sahabat yang baik bagi anak. Maksudnya adalah ada kalanya Anda tidak selalu menempatkan diri ‘di atas’ anak dengan kekuatan lebih superior, namun juga sejajar dengannnya sebagai teman dekat. Anak akan lebih nyaman bercerita banyak hal, bila ia melihat Anda sebagai temannya. Berteman dengannya di dunia nyata bisa saja terjadi, namun mampukah Anda membujuknya untuk berteman di dunia maya?

Seperti Anda – yang melarikan diri dari tekanan atasan di kantor dan kekesalan karena segala tuduhan istri – dengan menumpahkan seluruh emosi ke dalam status di jejaring sosial, anak pun dapat berbuat hal yang sama. Jejaring sosial bagi sebagian orang adalah kebebasan hidup menjadi diri sendiri. Kritik yang didapatkan dari dunia maya tidak akan diterima frontal, sehingga orang cenderung merasa aman dan cukup nyaman. Benarkah dunia maya aman? Justru rasa percaya yang berlebihan akibat terlalu mudahnya mendapat rasa aman dan nyaman itulah penyebab segala tindak kejahatan yang berawal dari dunia maya. Bahaya bila anak masih sangat polos dan tidak menyadari hal ini. Sebagai orangtua, tugas Andalah menjaganya, baik di dunia nyata, maupun dunia maya.

Bertemanlah dengannya di jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Bila anak masih kecil, maka Anda bisa sedikit lebih tegas dengan mengharuskannya berteman dengan Anda, bila ingin membuat sebuah akun. Namun, bila anak sudah remaja, lebih baik cara otoriter tidak digunakan. Semakin otoriter Anda, maka anak akan semakin membangkang.

Bila ia tidak mau berteman dengan Anda, coba sekali waktu intip apa nama dan username yang dia gunakan di jejaring sosial tersebut. Masuklah ke dalam jejaring sosial yang sama dan buat sebuah akun baru di sana. Jangan gunakan nama asli Anda. Ciptakan nama baru, foto orang lain, dan identitas palsu. Bila sosok rekayasa Anda sudah tercipta, bertemanlah dengannya di dunia maya tersebut. Dijamin ia akan menerima permintaan pertemanan Anda.

Merasa tidak nyaman karena berbohong pada anak? Tidak apa. This is called white lie. Berbohong untuk kebaikan. Toh, Anda berteman dengannya bukan untuk menyakiti perasaannya, namun untuk mengawasi, menjaga, dan melindunginya dari orang-orang jahat yang siap ‘menerkamnya’ dari dunia maya. Anda tidak perlu aktif berinteraksi dengannya di sana. Cukup amati saja dengan siapa dia berteman, apa yang mereka bicarakan, foto-foto apa dan bagaimana yang dia unggah, dan masih banyak lagi.

Kekhawatiran tidak akan berhenti hanya dengan mengawasinya di sebuah jejaring sosial. Bagaimana, bila anak membuka-buka situs yang tidak pantas untuk anak seumurannya? Mudah. Buat peraturan agar laptop atau komputer tidak boleh dipindahkan dari tempatnya semula. Penempatan laptop atau komputer tentu saja harus di area terbuka. Di ruang keluarga, misalnya. Hal ini akan membuatnya sungkan, takut, dan malu sendiri, bila ia hendak membuka situs yang tidak wajar. Hatinya akan berdegup kencang dan tidak nyaman dengan mengetahui tempat ia berinternet sering dilalui banyak orang, sehingga ia takut orang-orang tersebut melihat apa yang dibukanya.

Setelah anak selesai menggunakan komputer atau laptop, selidikilah History browser. History browser yang ada di komputer menyimpan semua data URL situs yang baru saja dibuka. Buka kembali URL-URL tersebut satu per satu dan Anda akan mengetahui apa yang anak Anda ‘nikmati’ selama berinternet. Bila saat meng-klik History browser, Anda tidak menemukan satu URL pun di sana, maka Anda harus lebih berhati-hati. Ini berarti anak telah menghapus ‘jejak perjalanannya’ di internet. Be careful, ini menandakan anak bukan lagi si kecil yang polos dan buta teknologi. Perketat pengawasan! Jangan sampai kalah ‘licik’ dengan anak.

(Berbagai sumber)

SHARE