Premier Metamorfoblus Slank Sukses

0
54

.Semalam, bertempat di Blitz Megaplex Grand Indonesia, diadakan premier Metamorfoblus Slank. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 7 malam tersebut sudah mulai nampak ramai sejak sore harinya. Banyak undangan yang terlihat hadir, seperti budayawan Goenawan Muhammad, Politikus Indra J. Piliang, Pengamat musik Bens Leo, Paquita Wijaya, pihak Djarum selaku sponsor utama, dan filmaker Indonesia. Auditorium 2 terlihat hampir penuh terisi saat akhirnya pukul 7 malam acara dimulai.

MC menyapa semua yang hadir kemudian memanggil produser dan juga Slank ke atas panggung. Ursula Tumiwa selaku produser dari Rumah Pohon mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sponsor dan semua pihak yang terlibat. Bunda Iffet juga memberikan sedikit kata-kata sambutan didampingi Bimbim, Ivan dan Ridho, mengucapkan terimakasih atas perhatian besar yang diberikan pada Slank. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Jamaican Cafe yang membawakan empat lagu Slank secara acapella. Penampilan mereka sungguh membuat lagu Slank terdengar berbeda dari biasanya.

Kemudian acara inti yaitu penayangan Metamorfoblus Slank dimulai. Sepanjang film berjalan, para penonton ikut tertawa dengan adegan-adegan realistis yang berhasil diambil Dosy Omar sang sutradara. Adegan copot ikat pinggang yang diganti dengan rafia, cukur rambut biar ‘gaul’ seperti Slank, Bapak Andi Slanker bantul yang ikut bernyanyi, hingga proses pembuatan paspor yang sulit di Kupang. Penonton juga demikian tersentuh menyaksikan ‘Joker’ Supriyadi yang menangis saat melihat konser Slank dalam hujan, bertobatnya Andi dari ketergantungan narkoba, hingga persaudaraan Slankers Kupang-Dili yang tergambar jelas kala Slank tampil di Timor Timur.

Premier Metamorfoblus Slank kali ini sangat maksimal, karena didukung oleh sound system yang sangat bagus dan gambar yang jernih. Setiap adegan bisa terekam dan tertangkap indra kita dengan jelas. Namun bicara tentang Slank bukan hanya bicara tentang apa yang bisa dilihat dengan mata kepala. Slank sudah menjadi semacam ikon budaya, ikon pergerakan. Harus diakui bahwa mereka telah menjadi influencer yang besar bagi para Slankers di seluruh Indonesia. Kaka, Bimbim, Ivan, Ridho, Abdee terlihat biasa-biasa saja dalam keseharian, namun di atas panggung mereka adalah sumber inspirasi. Perubahan-perubahan besar terjadi dalam diri orang lain karena lagu-lagu mereka, yang kelak akan membuat siklus perubahan yang lebih besar lagi untuk Supriyadi ‘Joker’, Andi Bantul dan kelompok Kupang; Neneng dan teman teman. Dosy merepresentasikan dengan baik bagaimana sekelompok laki-laki yang tergabung dalam sebuah band bisa mengakibatkan sebuah ‘pergerakan’ yang tak bisa dianggap remeh. Hebatnya Slank tetap sederhana tanpa merasa bahwa merekalah sumber pergerakan tersebut. Slank berhasil melintasi batas kasat mata dalam diri individu, kelompok, bahkan negara.

Menyimak Metamorfoblus Slank sekali lagi akan memberi sesuatu cara berpikir baru. Bahwa apa yang kita lakukan sekecil apapun dengan sikap, akan membawa perubahan bagi orang lain. Jangan lewatkan Metamorfoblus Slank yang akan segera diputar di 10 bioskop alternatif di sepuluh kota di Indonesia. Rasakan sendiri pengalaman ideologi Slank; PLUR : Peace, Love, Unity dan Respect.

(Ghiboo)

SHARE