INAFF 2010, Wajib Untuk Pecinta Horror

0
36

.Rabu kemarin 3 November 2010 di Blitz Megaplex diadakan Press Conference INAFF atau Indonesia Internasional Fantastic Film Festival. Ini adalah keempat kalinya festival ini diadakan. Sejak diadakan pertama kali dengan nama Screamfest, INAFF menarik banyak minat pecinta film horror untuk memburu tiketnya. Orisinalitas film-film yang diputar di INAFF menjadi salah satu daya tarik utamanya dan kali ini film yang akan ditayangkan masih seputar horror, thriller, sci-fi, fantasy dan anime.

Dalam presscon kemarin Rabu, Rusli Edi sang Festival Director mengatakan bahwa kali ini INAFF masih akan berusaha menghadirkan film-film horror terbaik dari dunia internasional, dan tak melulu dari Hollywood. Monsters; sebuah film science fiction dari UK akan menjadi film pembuka, sementara beberapa film yang lain yakni Snow White dan San Mai dari Thailand, beberapa film anime dari Jepang seperti Mutan Girls, Alien and Ninja, juga ada beberapa film adaptasi novel Stieg Larson; The Girl Who Played with Fire dan The Girl Who Kicked the Hornets Nest.

Setelah penjelasan singkat dari Rusli Edi atau yang biasa dianggil Sly, ada diskusi mini dengan Lala timothy, Ekky Imanjaya, The Mo brothers, dan Gareth Evans (sutradara merantau). Diskusi yang semula hanya dijadwalkan berjalan 15 menit ini ternyata menarik banyak minat dan pertanyaan, hingga akhirnya hampir mencapai satu jam.

Dalam diskusi tersebut, hampir semua pembicara menyatakan perasaan kecewaya atas kualitas film horror Indonesia yang ada sekarang ini. Seperti Lala Timothy yang mengatakan, “Rata-rata produser saat ini hanya mengejar jumlah penonton dengan promo film yang cenderung mengada-ada, atau bombastis.” Lanjut Lala lagi, ” Bila sekarang trend-nya adalah menggunakan bintang porno internasional, maka yang lain akan mengikuti”. Dengan berita yang heboh tersebut maka masyarakat jadi penasaran menonton, meskipun tidak dijamin akan mendapatkan tontonan film yang berkualitas. Semua juga sepakat bahwa untuk menghasilkan film yang berkualitas, baik film horror atau film laga, membutuhkan waktu yang lebih panjang dan otomatis akan membutuhkan biaya yang lebih banyak.
 
Mereka menyarankan supaya masyarakat lebih mau membuka mata dan tidak menyamaratakan semua film horror Indonesia identik dengan buka-bukaan dan cerita yang bodoh. Masih ada film horror Indonesia yang berkualitas. Untuk itu mereka akan mengadakan satu festival film pendek, dimana nanti narasi yang terpilih akan diberikan workshop membuat film. Satu pemenangnya akan diproduseri oleh Lala Timothy dan diberikan kesempatan untuk membuat film bersama dengan Joko Anwar dan The Mo brothers.

Untuk anda yang penasaran dengan film-film yang tayang di INAFF, silahkan buka www.inaff.com untuk informasi lebih lengkap. INAFF diadakan di Jakarta (Blitz Grand Indonesia) tanggal 16-21 November 2010 dan di Bandung (Paris Van Java) 26-28 November 2010. Jangan ragu beli tiketnya, karena tiketnya sangat laris terjual. Semoga kelak INAFF akan terisi dengan film horor berkualitas asli Indonesia.

(Ghiboo)

SHARE