Ibu Hanya Milikku Seorang!

0
29

.Tiap kali ingin bermesraan atau berdua dengan pasangan, anak pasti menangis dan berteriak-teriak. Dia marah. Cemburu, lebih tepatnya, karena ibu yang sangat dicintainya didekati oleh seseorang, yang tak lain adalah ayahnya sendiri.

Rasa posesif anak tentu akan membuat Anda bahagia, namun bagaimana bila hal ini menjadi semakin berlebihan dan sedikit ‘mengganggu’, karena sebagai suami-istri, tentu Anda membutuhkan waktu khusus hanya berdua saja.

Si kecil mempunyai ikatan kuat dan hubungan istimewa dengan ibunya sejak masih di kandungan. Sembilan bulan berlalu, ikatan antara Anda dan dia pun berlanjut dengan pemberian ASI (baca: Air Susu Ibu). Hubungan ekslusif dengan ibu akan terasa berantakan dengan hadirnya sang ayah. Menurut Dr. Miles Groth dari Fakultas Psikologi Wagner College, New York, ayah adalah seorang penyusup yang tidak diharapkan oleh si kecil. Hal ini menimbulkan kecemburuan padanya.

Untuk menetralisir perasaan cemburu anak, sang ibu harus memberikan pengertian kepada si kecil, bahwa kehadiran seorang ayah tidak akan membahayakan dan justru akan membawa lebih banyak cinta kasih di tengah-tengah keluarga. Bila selama ini ia hanya percaya kepada Anda, kini Anda berdua harus dapat meyakinkannya, bahwa sosok ayah juga pantas untuk diberikan kepercayaan.

Bagaimana mendapatkan rasa percaya dari seorang anak? Ciptakan hubungan dan ikatan yang kuat dengannya. Caranya, dorong si kecil untuk mau bermain dan meluangkan lebih banyak waktu dengan ayahnya. Biarkan mereka menghabiskan waktu berdua. Interaksi yang dilakukan harus intens.

Ayah bisa mengajak anak bermain bersama, pergi berbelanja, wisata berdua, menemani dan mengajari si kecil belajar atu mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah), dan masih banyak lagi. Biarkan anak membuka diri terhadap ayahnya. Semakin sering mereka bersama-sama, hubungan di antara mereka pun akan terjalin secara alami. Ini menyebabkan kadar rasa posesif terhadap Anda, sebagai ibunya, makin berkurang.

Rasa cemburu anak tidak hanya terjadi terhadap orangtua kandungnya saja, namun juga terhadap calon orangtua angkatnya. Single parent pun sering mendapat ‘masalah’ dari anak yang dengan keras menentang hubungan asmara ibu atau ayahnya dengan perempuan atau laki-laki lain.

Hal ini bisa diatasi dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di atas. Yakinkan si kecil, bahwa dengan hadirnya orang tersebut, tidak akan ada yang berbuah dalam situasi keluarganya. Bahkan anak akan semakin disayang, karena kini ada satu orang baru yang akan mulai benar-benar menyayangi dan memperhatikannya, layaknya orangtua kandung. Jangan lupa juga untuk memberikan banyak ruang eksklusif untuk si kecil dan kekasih Anda agar sering menghabiskan waktu bersama.

Berhasil meredam dan menetralisir api cemburu si kecil tidak lain merupakan tiket emas untuk menikmati ‘second honeymoon’ dengan pasangan.

(Berbagai sumber)

SHARE