Seni Mengkonstruksi Status Sosial

0
73

.Meskipun Swedia dan Finlandia secara resmi telah saling memisahkan diri sejak lebih dari 200 tahun yang lalu dan masing-masing negara telah menemukan eksistensinya, namun ternyata ikatan batin diantara mereka tak lepas begitu saja. Dalam sebuah jajak pendapat tentang hal-hal apa saja yang dianggap dapat meningkatkan maupun menurunkan status sosial, ternyata mayoritas warga di kedua negara ini mempunyai jawaban yang hampir sama. Pendidikan, kemampuan berbahasa asing, dan kesuksesan finansial sama-sama dianggap sebagai pendongkrak martabat yang utama. Namun begitu, ada juga beberapa pendapat yang aneh dan berbeda.

Di Finlandia, para tukang yang memiliki keterampilan kerja, pasangan yang usia perkawinannya telah bertahan lama, dan individu yang memiliki gaya berbusana yang unik dianggap sebagai orang-orang bermartabat. Sedangkan mereka yang terlihat akrab dengan atasan di luar jam dan keperluan kantor, sosok-sosok yang masuk majalah gosip, dan para penggemar olahraga berkuda dianggap dari kelompok yang kurang bermartabat hidupnya.

Sedangkan di Swedia, beberapa hal yang dianggap dapat menunjukkan tingkat status sosial yang tinggi adalah mereka yang memiliki pembawaan diri yang ramah dan supel, memiliki kemampuan untuk menentukan sendiri jam kerjanya, serta mereka yang mampu mengambil cuti dan melakukan liburan. Dan di lain pihak, orang-orang yang bangga memakai mantel bulu sebagai aksesoris berbusana dan mereka yang terlihat selalu pergi ke gereja di hari Minggu dianggap sebagai bagian dari kelompok kelas bawah.

SHARE