Victorian Jewels Never Fails

0
35

.Seperti pakaian yang trennya selalu berputar, aksesoris dan perhiasan juga mengalami hal yang sama. Pada akhir tahun 2010 ini, Victorian Jewels atau perhiasan era Victoria kembali digemari. Selain bentuknya yang cantik, perhiasan ini dikenal memiliki nilai akademis yang tinggi, sentuhan yang tak tertandingi serta pesona antik yang memukau. Perhiasan Victoria termasuk perhiasan yang proses pembuatannya cukup rumit dengan ukiran-ukirannya, namun tetap memiliki hasil akhir yang halus. Desain perhiasan Victoria selalu kembali ke alam dan kehidupan sekitar, seperti bentuk pohon, burung, anggur, bunga, dan wajah seorang wanita. Material yang digunakan pun alami, misalnya mutiara, gading, cangkang kura-kura, kristal, dan bebatuan ukir yang dikombinasikan dengan pelat tipis atau lembaran emas sebagai bahan dasarnya. Karakteristiknya yang unik membuat perhiasan ini tak lekang oleh masa.

Konsep brilian ini diawali dari pernikahan dan kenaikan takhta Ratu Victoria muda pada tahun 1837 lalu berakhir pada saat kematiannya di tahun 1901. Ratu Victoria sangat mencintai perhiasan. Dia mendesain, memakai dan juga memberikannya sebagai hadiah pada munculnya Kekaisaran Global Inggris, sebagai awal revolusi industri dan reaksi untuk produksi massal yang melahirkan Gerakan Seni dan Kerajinan pada tahun 1870-1914. Hasratnya yang tinggi pada perhiasan itu memicu dan mempengaruhi bakat perdagangan perhiasan pada seluruh kehidupan di London, hal ini semakin nyata setelah kematian suaminya tercinta, Albert. Semenjak kepergian Pangeran Albert, warna perhiasan Victoria sedikit berubah dan desainnya pun semakin berkembang. Awalnya, warna seperti kuning, coklat, jingga, putih, hijau dan merah dari bahan bebatuan ukir dan mutiara yang sangat mendominasi, namun kemudian berubah menjadi lebih gelap dan berat dengan warna hitam dan abu-abu yang disebut Mourning Jewelry, sebagai tanda berkabung dan kehilangannya yang mendalam.

Perhiasan Victoria ini memang mengandung keanggunan sentimental yang tiada duanya. Motif perhiasan Victoria seperti memiliki kekuatan filosofis yang tersembunyi misalnya bentuk bulan sabit yang berarti bulan madu atau hadiah spesial untuk seorang pengantin baru, dan motif ular yang sering dipandang sebagai simbol keabadian. Orang-orang pada era Victoria juga terpikat dengan makna simbolik yang melekat pada berbagai jenis bunga misalnya bunga Lily yang dinotasikan dengan manisnya, bunga Pansy yang merupakan simbol berpikir, bunga Poppy kuning yang mewakili kesuksesan dan kekayaan, bunga Violet yang mewakili kesopanan, dan sebagainya. Hingga kini, perhiasan Victoria masih sangat diminati dan tetap dicintai penggemar setianya. Berwujud kalung, cincin, gelang, bros, anting-anting bahkan aksen sepatu yang cantik, perhiasan Victoria merupakan jenis yang wajib tersedia di kotak aksesoris anda. Tidak perlu takut terlihat terlalu tua, perhiasan ini justru mampu membawa anda pada aura romantis dan elegan yang begitu tinggi.

(Berbagai sumber)

SHARE