Jeju Island, Pulau Bali-nya Korea

0
45

.Apakah akhir-akhir ini anda merasa sedang dilanda demam Korean Wave? Saat ini Kimchi, Bulgogi, Super Junior, SNSD, drama Korea, dan gaya berdandan pemainnya yang trendy sepertinya memang sedang menjangkit di mana-mana, termasuk di Indonesia. Kalau hal ini membuat anda jadi kepikiran untuk mengunjungi Korea, anda bisa pergi ke Jeju Island sebagai tujuan pertama anda.

Dari semua daerah di daratan Korea, baik Selatan maupun Utara, sepertinya Jeju Island adalah yang paling istimewa. Pulau yang terletak di ujung semenanjung Korea dan sangat dekat dengan kawasan Jepang ini adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus di seluruh pelosok Korea Selatan. Meskipun mempunyai sejarah yang panjang dan menyedihkan, namun kini Pulau Jeju telah berubah menjadi sebuah kawasan wisata yang paling terkenal di Korea, bahkan orang Korea menyebutnya sebagai “Pulau Bali”-nya Korea.

Pulau Jeju merupakan wilayah yang paling hangat di Korea dan pada musim dingin sangat jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang biasanya hanya bisa tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup di daerah jeju. Salah satu pemandangan indah yang bisa anda nikmati adalah memandangi puncak gunung Hallasan, gunung tertinggi di Korea, di tengah padang bunga yang bermekaran dengan indah. Di Pulau Jeju, semua pemandangan indah dari mulai gunung dan tebing berbatu, pantai, air terjun, dan taman bunga, semuanya menyatu dengan suasana tradisional khas Korea yang masih terasa. Suasana alamnya yang tenang dan romantis menjadikan Pulau Jeju terkenal sebagai salah satu tempat tujuan bulan madu dan terkenal dengan sebutan Love Island.

Salah satu aktifitas masyarakat setempat yang akhirnya menjadi sebuah tradisi dan bahkan menjadi sebuah atraksi tersendiri yang mampu menarik perhatian para wisatawan adalah kegiatan para haenyo saat mencari abalon di perairan Jeju. Haenyo yang secara harfiah berarti “wanita laut” adalah sebuah istilah untuk menyebut para penyelam wanita yang mendedikasikan hidupnya untuk mencari ikan dan kerang dengan cara menyelam di laut. Mereka sudah pasti tangguh karena minimal harus mampu menahan napas selama 2 menit dan menyelam sedalam 20 meter.

Perkembangan zaman telah membuat para gadis Jeju enggan melirik dan meneruskan tradisi haenyo ini dan lebih memilih pergi ke kota besar dan mengejar mimpinya di sana. Tak heran kalau saat ini kebanyakan haenyo yang masih setia dengan pekerjaannya adalah para wanita paruh baya. Kalau anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai haenyo, anda dapat mengunjungi museumnya yang memiliki arsitektur dan bentuk yang indah. Atau anda juga bisa melihat sebuah film korea berjudul My Mother, the Mermaid (2004) yang mengisahkan tentang haenyo dengan background pulau Jeju yang sangat indah.

(Berbagai sumber).

SHARE