Repotnya Menjadi Istri Tentara

0
4071

.Mencintai dan dicintai adalah keinginan setiap manusia, apalagi jika bisa menghabiskan seluruh seluruh waktu hidup bersama pasangan. Menikah. Mendapat restu dari Tuhan dan negara, maka Anda bisa berbahagia berdua selamanya.

Semudah itukah? Tidak, bila Anda berencana menikahi seorang tentara. Saat telah sah menikah dengan pasangan, Anda baru akan diterima dalam Persatuan Istri Tentara (PERSIT). Jangan terkejut, bila saat akan menikah, Anda akan banyak ‘dirusuhi’ oleh kedinasan calon suami.

Untuk langkah awal, Anda harus menyiapkan surat-surat resmi sebagai persyaratan umum, seperti surat KK (Kartu Keluarga), KTP, dan lain-lain. Setelah itu Anda harus mengajukan keinginan untuk menikah di kantor calon suami.

‘Siksaan’ tidak berhenti hanya di situ. Sebagai calon istri tentara, Anda akan menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan mental. Pemeriksaan khusus akan dilakukan di Rumah Sakit Tentara untuk mengetahui kesehatan Anda berdua. Pada proses inilah keperawanan calon istri akan dipertanyakan dan dites. Silly. But, ya, mungkin untuk mengetahui apakah Anda terkena penyakit seksual atau tidak. Mungkin ke depannya akan lebih baik, bila sang lelaki juga diperiksa keperjakaannya, karena penyakit bisa datang dari keduabelah pihak, bukan?

Selesai pemeriksaan fisik, pihak Staf Intelijen, Pembinaan Mental, dan Kesatuan akan melakukan serangkaian penyelidikan seputar latar belakang pribadi dan keluarga besar. Tidak hanya itu, urusan pribadi Anda dengan Tuhan (baca: agama) pun akan di-ubek-ubek. Negara Indonesia mewajibkan warganya memeluk salah satu dari enam agama yang diakui, benar? Anda akan mengikuti bimbingan mengenai pernikahan.

Mungkin Anda akan sedikit risih dengan rentetan pertanyaan aneh dan menjurus pribadi yang ditujukan, namun ketahuilah, bahwa hal ini dirasa sangat penting. Bila suatu hari suami mengkhianati negaranya dengan menjadi mata-mata, Anda pun akan ikut diselidiki. Bersihkan diri dari segala macam gerakan terlarang, teroris, dan masih banyak hal lain yang dilarang oleh negara.

Ketatnya pemeriksaan juga untuk mengetahui apakah ada istri-istri lain, yang telah atau akan dinikahi oleh sang lelaki. Ini juga sebabnya, mengapa Anda dinikahkan di hadapan pimpinan calon suami. Tidak lain agar Anda diakui oleh Kedinasan sebagai istrinya yang sah. Hal ini akan membantu Anda mendapatkan segala jenis tunjangan dalam kedinasan suami.

Setelah menikah, pengorbanan dan perjuangan Anda mempertahankan rumah tangga akan bertambah. Penugasan-penugasan yang diemban suami mewajibkannya berpindah-pindah tempat tinggal hingga ia pensiun. Pada saat suami dinas, Anda tidak boleh terlalu lama menginap di rumah keluarga. Anda harus setia mengikuti dan menemaninya di rumah dinas tersebut.

Menikahi seorang tentara sama dengan menjadi seorang pahlawan tak bertitel. Anda rela mengorbankan segalanya, bahkan ‘memusnahkan’ kehidupan pribadi dan privasi hanya demi suami tercinta.

(Berbagai sumber)

SHARE