Mendukung Anak Seutuhnya

0
30

.Banyak anak ingin bercita-cita menjadi guru, polisi, atau dokter di masa kecilnya. Wajar. Bagaimana, bila ia ingin menjadi seorang wartawan perang atau pawang ular? Wah, ngeri juga. Meski ada sedikit kegelisahan, Anda cukup tenang mendengar keinginan si kecil yang aneh-aneh. Dalam hati Anda berpikir, bahwa keinginan-keinginannya tersebut akan menghilang dan berubah sedikit ‘wajar’ sesuai budaya masyarakat pada umumnya ketika ia bertambah usia.

Ternyata semakin beranjak dewasa, keinginannya justru menguat. Tidak perlu pusing. Satu hal yang perlu Anda ingat, bagaimanapun cita-cita dan hasrat yang dimilikinya, Anda tidak boleh membatasi, melarang, atau menentukan setiap keinginan si kecil, seolah itu adalah kehidupan Anda sendiri. Anak berhak mendapat kebebasan. Bila ia ingin mengikuti kursus melukis, jangan paksa dia berlatih piano, misal. Tidak baik, jika Anda terus ‘mengikatnya’ dengan keinginan terpendam Anda yang belum terwujud.

Besar kecilnya suatu masalah, berikanlah ruang untuknya berpendapat dan berkreasi sejak masih kecil. Jangan sampai si kecil bertumbuh dewasa dengan keyakinan, bahwa hanya di lingkungan luar dia bisa bebas berekspresi dan merasa benar-benar hidup, bahwa di lingkungan keluarga dan rumah, ia tidak bisa menjadi diri sendiri dan tersiksa hanya karena ‘terkungkung’ oleh keinginan pribadi orangtua dan budaya ‘seragam’ masyarakat.

Anda tidak menyetujui keinginannya menjadi seorang pawang ular, karena hal ini tidak lazim di masyarakat, pendapatannya tidak semakmur pegawai sipil – misal, tidak ada karir gemilang dalam pekerjaan tersebut, dan berbahaya, tentu saja.

Itu menurut Anda. Coba sekarang lihat dari sudut pandang berbeda. Sesuatu yang ditekuni dan mendapat dukungan akan membuahkan hasil yang baik. Tidak percaya? Nyalakan televisi dan tontonlah acara Panji Sang Penakluk. Anda bisa melihat seorang pawang ular menjadi tokoh utama sekaligus membawakan acara tersebut. Seorang pawang ular terkenal. Sudah tentu Muhammad Panji, sang pembawa acara, dapat hidup layak dari pekerjaan dan ketenarannya tersebut sekarang. Semua bisa terjadi, selama ada keinginan kuat, rasa cinta terhadap hal tersebut, dan dukungan orang-orang terdekat.

Ghiboo sering mendengar kasus seorang mahasiswa tidak kunjung lulus atau bahkan dikeluarkan dari kampus, karena kuliah asal-asalan. Alasannya cuma satu, ia tidak menyukai jurusan yang ia ambil. Sadar tidak menyukainya, namun tetap mendaftarkan diri, mengapa? Orangtua. Orangtua hanya akan membiayainya kuliah, bila dia mengambil mata kuliah yang ditentukan oleh ayah dan ibunya. Akuntansi, kedokteran, dan hukum merupakan contoh beberapa jurusan yang tidak disukai.

Pasangan artis Ikang Fauzi dan Marrissa Haque sepertinya tidak akan mengekang anak mereka. Mereka tidak menuntut anak-anak harus menjadi seperti keinginan mereka. Bahkan, bila harus berjauhan demi menggapai cita-cita, Ikang Fauzi dan Marrissa Haque akan tetap dan terus mendukung.

Bagaimanapun anak Anda nanti, dukunglah dia selalu.

(Berbagai sumber)

SHARE