Tawa Riang dan Warna-Warni Shichi-Go-San Matsuri

0
44

.Di antara negara-negara super maju di seluruh dunia, Jepang mempunyai keunikan tersendiri karena negara ini bisa mensejajarkan antara perkembangan teknologi dengan tradisi. Pertumbuhan ekonomi dan teknologi Jepang yang berkembang dengan sangat pesat dan hampir tanpa batas, tak menjadikan negara ini kehilangan identitas.

Salah satu tradisi yang masih bisa kita lihat di setiap bulan November seperti saat ini adalah berlangsungnya tradisi Shichi-Go-San matsuri atau pesta perayaan bagi anak lelaki yang berumur 3 dan 5 tahun, serta anak perempuan umur 3 dan 7 tahun. Angka 3, 5 dan 7 adalah angka ganjil yang dalam budaya Jepang diyakini sebagai angka keberuntungan.

Umur ini juga menjadi umur yang spesial karena dalam tradisi Jepang biasanya para orang tua akan mengizinkan anaknya untuk mulai memanjangkan rambutnya di umur 3 tahun, anak laki-laki mulai memakai hakama di umur 5 tahun, dan anak gadis mulai boleh mengikat kimono-nya dengan menggunakan obi di umur 7 tahun.

Menurut catatan sejarah, Shichi-Go-San matsuri ini sudah berlangsung sejak zaman Heian (tahun 794-1185), namun baru dirayakan secara pasti setiap tanggal 15 November semenjak shogun Tsunayoshi Tokugawa, penguasa Kamakura (1185-1333), merayakan ulang tahun anaknya Tokumatsu pada tanggal tersebut.

Di hari Shichi-Go-San matsuri biasanya kuil-kuil Shinto akan dipenuhi dengan gelak tawa riang anak kecil, dimana anak perempuan terlihat memakai kimono warna-warni dan anak laki-laki akan memakai stelan hakama dan haori.  Untuk melengkapi tradisi ini, para orang tua akan memotret anak-anaknya dan memberikan sepotong permen chitose-ame, atau permen seribu tahun, yang terbungkus dalam sebuah kantong kertas berhias gambar/simbol pinus, bambu, buah plum, bangau, dan kura-kura. Paket permen ini sebagai perlambang harapan orang tua agar si anak bisa berumur panjang dan selalu dalam kebahagiaan.

Happy Shichi-Go-San matsuri…

(Berbagai sumber).

SHARE