Menciptakan 'Kelas Alam'

0
31

.Menyedihkan melihat anak menghabiskan sisa waktu seusai sekolah dengan terpaku diam di depan layar televisi bermain video game. Berinteraksi dengan mesin terlalu sering tidak baik untuk perkembangan psikologis anak. Apakah Anda bertanya-tanya kemana jiwa bebas seorang anak yang selalu ingin menentang dan bergaul dengan alam, seperti Anda waktu kecil?  
 
Berapapun umur anak, dia bisa mendapat banyak pelajaran dari berinteraksi dengan alam. Dengan mengamati segala sesuatu yang ada di sekitarnya, ia bisa mulai mengembangkan kemampuan menganalisa, yang nantinya dapat membantu si kecil menguasai konsep ilmu pengetahuan dan matematika di sekolah.

Bila anak Anda masih sangat kecil, rencanakan kegiatan bermain di luar area dalam waktu yang singkat. Jangan mengajaknya pergi berkemah di hutan atau mendaki gunung, misalnya. Hal tersebut akan terasa terlalu berat dan menjenuhkan untuknya. Meski buah hati berbakat menjadi petualang, Anda tetap harus selalu mendampingi dan mengawasinya kala bermain di luar.

Ciptakan sebuah permainan bersama seluruh anggota keluarga. Bisa dengan petak umpet, kasti, bete (engklek dalam bahasa Jawa), bentengan (jek-jekan dalam bahasa jawa), dan masih banyak lagi. Permainan bagus untuk kesehatan fisiknya. Secara tidak sadar, si kecil akan berolahraga dan mengeluarkan keringat. Menghibur sekaligus menyehatkan.

Pergi ke daerah pedesaan atau pelosok juga bisa dilakukan bersama anak. Sembari bermain, Anda bisa memberikan ‘pendidikan’ langsung dengan membawanya langsung ke peternakan-peternakan ayam atau sapi, tempat pembuatan tahu yang berasal dari olahan susu di Lembang (POM Tahu atau Pusat Orang Makan Tahu), kebun strawberry, kebun binatang, dan berbagai macam tempat menarik lainnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan. Memilih hewan atau tumbuhan yang dia sukai, kemudian memberikan nama pada hewan atau tumbuhan tersebut. Saat-saat seperti ini, Anda juga bisa ‘membukakan’ matanya, bahwa alam di luar sangatlah beragam, tidak hanya seperti yang selalu ia lihat di rumah. Meski beraneka macam, alam tetap bisa hidup seimbang. Ajari anak untuk memahami jalan dan peta. Minta ia mencari papan petunjuk bertuliskan Taman Safari, misalnya. Bila ada keterangan, di papan petunjuk, jarak dari titik Anda berada ke Taman Safari sejauh 500 meter, minta si kecil membacakannya. Selama di perjalanan, Anda bisa memberikan pemahaman secara nyata seberapa jauh 500 meter tersebut.

Sebelum pergi, siapkan banyak makanan, minuman, cemilan, dan baju ganti untuk keperluan si kecil. Anak sering menjadi rewel, bila tubuhnya mulai letih dan lapar. Bawakan barang-barang untuk tetap membuatnya nyaman dan aman seakan berada di rumah. Perhatikan pula cuaca hari itu. Bila awan gelap sudah muncul, tidak usah memaksakan diri untuk pergi, meski anak merengek-rengek. Lebih baik menunda kepergian, daripada melihat si kecil sakit terkena hujan.
 
(Berbagai sumber)

SHARE