Sunsilk Walk of Creations : Kolaborasi Fashion Show dan Hair Show di Jakarta Fashion Week 2010/2011

0
27

.Masih dalam gelaran fashion akbar di Indonesia, Sunsilk Walk of Creations menjadi salah satu sajian tak terlupakan pada serangkaian acara di Jakarta Fashion Week 2010/2011. Hari Selasa, 9 November 2010 Pacific Place dipenuhi para pengunjung yang ingin melihat penampilan 7 perancang muda Indonesia berbakat jebolan Lomba Perancang Mode antara lain Kursien Banzai, Yunita Kosasih, Imelda Kartini, Albert Yanuar, Bethania Agusta, Danny Satriadi, dan Hian Tjen. Mereka seperti perpaduan sempurna yang membawa anda pada pemahaman bahwa busana berkelas harus disertai dengan tatanan rambut apik. Konsep ini sejalan dengan spirit Sunsilk yaitu premium, young dan sophisticated. Chris Oey, Senior Brand Manager Sunsilk mengatakan, “Rambut sebagai mahkota wanita adalah bagian tak terpisahkan dari tata-busana sehari-hari. Rambut yang indah terawat akan memberikan sentuhan kesempurnaan bagi penampilan seseorang. Rambut yang sehat juga memberikan keleluasaan untuk berekspresi dengan fashion dalam berbagai gaya dan pilihan.”

Dimulai dengan penampilan koleksi dari Kursien Banzai dengan tema Metamorfosis, anda dibawa menuju atmosfer lembut dan manis. Warna biru, pink, dan ungu mendominasi mini dress dan maxi dress yang elegan. Bahan warna-warni yang flowing dan light digabungkan dengan motif lurik lalu dibentuk menjadi layer, kerut, dan ruffles dengan aplikasi renda yang cantik. Tambahan headpiece yang unik membuat koleksi ini sangat feminin dan berjiwa muda.

Yunita Kosasih hadir dengan konsep Garden Party. Warna-warni varian sunsilk menjadi inspirasinya dalam membuat lima rancangan gaun yang ceria dengan siluet A-line yang klasik. Aplikasi rajut berbentuk bunga-bunga besar, serta lekukan-lekukan kain (cross stich) memanjakan mata anda dengan lekuk indahnya.

Nuansa mejikuhibiniu juga hadir dalam penampilan rancangan karya Imelda Kartini yang menyusung tema Colorful in The Mood. Kunci rancangan ini adalah pesta topeng misterius dengan detail mengagumkan. Smocked maxi dress dan lacey mini dress model off shoulder dengan warna fuschia, merah, bright cyan dan ungu terang tampak sangat modern dan lebih dari sekedar gaun pesta biasa. Jika memakai satu diantaranya, anda seperti kembali pada era Victoria dan aura fairy tale akan mengelilingi anda.

Lain lagi dengan Albert Yanuar, koleksinya benar-benar chic dengan tema Bardot. Seperti namanya, karya Albert ini merupakan representasi dari imajiansinya akan aktris dan penyanyi Perancis, Brigitte Bardot di era kini.  Lekukan seksi khas tahun 1950-an sungguh diterapkan dalam gaun feminin berwarna nude dan gitam yang stylish. Yang menakjubkan, sehelai gaun panjang nan anggun dapat berubah fungsi menjadi sepasang gaun pendek dan mantel atau disebut detachable gown. It’s very very extraordinary!

Courtessy of Picasso milik Bethania Agusta menampilkan sosok wanita yang independen dengan sense of fashion yang tak biasa. Cutting dan drapery yang tak terduga dengan gradasi warna yang abstrak menjadikan semua gaunnya tampak seperti lukisan. Eksperimen yang sukses namun tetap idealis.

Better to be Smart adalah tema perancang Danny Satriadi yang menggabungkan biker jacket dan leather gloves dengan wrapped dress yang indah. Shocking Colors  seperti hijau stabilo, kuning dan ungu dipadukan dengan coklat dan ivory yang netral. Sungguh perpaduan yang cerdas, mengingat industri fashion masih ramai membicarakan biker jacket dan motorcycle look untuk akhir tahun 2010 hingga awal 2011 nanti. Danny seolah ingin menujukkan bahwa kelembutan perempuan bisa berbanding lurus dengan kepribadian yang kuat dan modern.

Penutup yang hebat dipersembahkan oleh Hian Tjen dengan  menunjukkan Mizuhiki, seni kuno Jepang dalam mengolah bentuk salur atau kabel pengikat samurai. Aplikasi Mizuhiki ini diterapkan menjadi pita dan tambang yang ditebar di atas enam gaun cantik. Hasilnya adalah penampilan yang edgy, fashinable dan powerful.

Itulah ketujuh mahakarya desainer muda Indonesia yang patut dibanggakan dan menuai pujian. Sunsilk Walk of Creations bukanlah sekedar pagelaran busana biasa, melainkan apresiasi tinggi pada kreativitas insan mode lokal dalam menggabungkan desain pakaian yang canggih dengan tatanan rambut istimewa. Acara ini mampu menjawab tantangan yang dihadapi para perancang mode dalam mempersembahkan ciri khas desainnya agar mampu mencapai total look yang sempurna di dalam suatu peragaan busana.

(Ghiboo)

SHARE