Bincang-bincang Mode bersama Lenny Agustin di Jakarta Fashion Week 2010/2011

0
28

.Ditemui sesaat setelah konferensi pers, Lenny Agustin tampil fresh dalam baju rancangannya sendiri. Meski tergolong baru dalam dunia desain busana di Indonesia, perancang muda berambut pendek ini memiliki bakat yang luar biasa, bahkan memiliki dua brand berbeda untuk ditampilkan di depan khalayak pecinta mode. Berikut ini wawancara singkat Ghiboo bersama Lenny Agustin..

G: Apa yang membuat anda tertarik bekerja sama dengan JFW untuk 2 label fashion yang berbeda?
L: Saya merasa JFW sangat potensial untuk mempromosikan produk-produk saya yang tokonya lebih banyak di Jakarta. Selain itu, JFW di Jakarta sangat populer, banyak orang yang hadir dan media juga meliput. Saya ingin melihat reaksi mereka.

G: Apakah ada ketentuan tertentu agar dapat menyertakan 2 label sekaligus?
L: Tidak ada ketentuan khusus, karena JFW mendukung semua industri fashion di Indonesia. Untuk ready-to-wear fashion, justru JFW adalah tempat yang tepat. Biasanya fashion week di seluruh dunia memang tak hanya ajang pamer kreatifitas tetapi juga mengarah ke bisnis.

G: Inspirasi karya-karya anda biasanya datang darimana?
L: Lennor itu produk saya yang lebih deluxe, elegan dan mengunakan kain-kain asli Indonesia. Inspirasinya tentu saja berasal dari kebudayaan Indonesia yang sangat indah, seperti batik yang merupakan salah satu warisan yang patut dibanggakan. Berbeda dengan WAW yang inspirasinya berasal dari warna-warni kegiatan remaja yang ceria. Produk WAW antara lain jaket, polo shirt, belt, bahkan dompet yang desainnya ditargetkan untuk usia 15-25 tahun. WAW hadir dengan konsep distro, sesuatu yang tidak asing lagi di kalangan anak muda, namun tentu saja tetap memiliki sentuhan khas Lenny Agustin.

G: Jika diperhatikan, rancangan anda selalu penuh dengan warna. Mengapa tidak bermain aman dengan warna-warna netral?
L: Saya memang suka sekali bermain warna, sesuai dengan diri saya yang cheerful, aktif dan ekspresif. Bagi saya fashion adalah fun. Jika fashion sudah membuat anda stres, maka tinggalkan saja.

G: Apa rencana anda ke depan? Apakah ingin menambah satu label baru?
L: Sebenarnya selain 2 label tersebut saya juga memiliki Lenny Agustin Bride, sebuah label baju pengantin dan Lenny Agustin yang merupakan label cocktail dress yang edgy namun berdetail tradisional. Ke depannya saya akan membuat desain yang terinspirasi dari pakaian adat Batak namun dibuat lebih pop agar tetap bisa dipakai untuk anak muda. Jadi sebenarnya rancangan saya mencakup beberapa segmen yang dibutuhi masyarakat. Saya berharap semua label saya mampu menembus pasar internasional, pertama-tama bisa dimulai dari Asia Tenggara. Sekarang sedang penjajakan, survey dan meningkatkan kualitas produk.

G: Bagaimana tanggapan anda terhadap perkembangan industri fashion di Indonesia?
L: Sudah cukup maju dan mulai terasa geliatnya. Sekarang fashion designer bukan lagi profesi yang langka. Para fashion designer juga sudah menyadari bahwa fashion ruang lingkupnya semakin luas, termasuk untuk retail. Label asli Indonesia kini mulai hadir di mall-mall besar di ibukota, walaupun masih 20%. Saya percaya 5 tahun lagi produk dalam negeri mampu bersaing dengan label internasional yang selama ini memenuhi pertokoan dan pikiran konsumen.

(Ghiboo)

SHARE