Labil Kunci Dewasa Anak

0
28

.Cemburu. Ya, Anda cemburu dengan pasangan karena si kecil hanya mau ‘menempel’ padanya. Benarkah anak tidak mau dekat-dekat dengan Anda? Coba perhatikan dan ingat-ingat kejadian sebelumnya.

Seorang anak cenderung labil dalam memiliki perasaan terhadap sesuatu. Tidak hanya dengan orang lain, namun bila diperhatikan, si kecil mudah bosan dengan mainan barunya dan segera berpindah hati ke mainan lain.

Sikap labil dan terkesan pilih kasih bukanlah perasaan sayang sebenarnya yang dimiliki anak. Menurut Dr. Herman Dr. Hermann Scheuerer-Englisch, seorang psikolog dari Jerman, saat berusia 2-4 tahun, anak akan selalu mudah beralih dari ayah ke ibunya dan sebaliknya.

Saat kesal karena dilarang makan es krim, ia akan berpaling dari Anda dan mendekati ayahnya. Bisa jadi, sepanjang minggu ia akan terus menempel dengan ayah, bahkan menjelang tidur. Biasanya si kecil lebih memilih Anda untuk mengantarnya tidur. Tapi tidak malam itu. Sosok ayah lebih baik di matanya dan nyaman di hatinya.

Tak apa. Biarkan saja dia meluangkan waktu eksklusif dengan ayahnya. Jangan berprasangka buruk, bahwa dia mulai membenci dan menjauhi Anda. Ingat, buah hati Anda sedang dalam masa labil. Dia akan ‘kembali’ pada Anda. Tunggu saja saat pulang sekolah, ia akan mencari dan menceritakan pengalamannya melipat kertas bersama teman-teman barunya di sekolah kepada Anda, bukan suami.

Anak memanfaatkan ikatan yang telah terbangun dengan orangtua. Usia yang mencapai empat tahun membukakan pintu baginya untuk banyak menguji batasan. Batasan dilarang makan es krim, misalnya. Selain menguji batasan, si kecil sebenarnya sedang berlatih mengambil keputusan saat beralih dari Anda ke suami dan sebaliknya.

Jangan membencinya, karena ia pun tidak membenci saat menjauhi Anda. Jangan pula merasa ‘dipermainkan’ karena menganggap anak hanya mau dekat hanya saat membutuhkan Anda. Bukan itu penyebabnya. Si kecil sedang bertumbuh dewasa. Dia berkembang. Itulah jawabannya.

(Berbagai sumber)

SHARE