Adu Mulut, Baku Hantam di Perjalanan Berakhir di Pos Polisi

0
48

.Berselisih dan adu argumen dengan pasangan adalah suatu hal yang wajar. Akibat terbawa emosi, akibatnya Anda berdua sering tidak bisa menempatkan diri. Anda pun memulai pertengkaran di depan banyak orang, di dalam dan di atas kendaraan, dan sebagainya. Akan sangat berbahaya, bila Anda memulai keributan saat sedang membawa kendaraan ataupun di dalam suatu perjalanan. Otak yang seharusnya difungsikan penuh untuk konsentrasi terhadap situasi lalu lintas terbagi dua, ditambah emosi yang meledak-ledak hingga menyebabkan akal jernih hilang dan akhirnya kecelakaan.

Rabu, 17 November 2010 kemarin merupakan malam yang cukup menegangkan. Sekitar pukul sembilan malam, saat sedang asyik menikmati nasi goreng panas di sebuah warung tenda dekat pos polisi Sabang, Jakarta, Ghiboo menyaksikan sebuah mobil Toyota Yaris warna hitam tiba-tiba mundur ke belakang. Kendaraan tipe CRV yang berada di belakangnya pun marah, karena tidak seharusnya Yaris tersebut mundur. Toh, mereka sedang terjebak lampu merah di sebuah perempatan jalan. Sewaktu pengemudi CRV sibuk membunyikan klakson akibat kesal, mobil Yaris dengan plat nomer B 1302 SFV tersebut kemudian menabrak taksi Blue Bird Pusaka hingga bagian belakang taxi berplat nomor B 1202 WTA tersebut penyok. Peristiwa langka tersebut dilengkapi dengan teriakan minta tolong seorang perempuan berusia sekitar 30-an dari dalam mobil Yaris hitam.

Pertanyaan pun terjawab. Dalam mobil Yaris terdapat tiga orang, dua orang lelaki berdarah Nigeria dan satu orang perempuan Indonesia. Salah satu lelaki Nigeria tersebut merupakan suami si perempuan. Sepasang suami istri ini berencana menikmati suasana malam Jakarta dengan berputar jalan-jalan menyewa sebuah Toyota Yaris. Sang pemilik mobil mengantarkan dengan menjadi pengemudi. Sayangnya, suami istri ini tidak bisa segera menentukan arah perjalanan selanjutnya dan berselisih mulut. Keadaan ini bertambah buruk dengan sang pengemudi yang mulai tidak sabar. Mereka berdua seharusnya sudah turun dari mobilnya, sebab lama sewa selama tiga jam telah lewat. Sang pengemudi pun memukul si suami. Tidak terima, suami itu memukul balik. Keadaan yang tidak terkendali menyebabkan mobil berjalan tak tentu arah dan menyebabkan kecelakaan yang berakhir dengan keributan di pos polisi Sabang. What a long night.

Lain lagi dengan yang dialami Lina (24) pada akhir tahun 2008 lalu. Ribut di atas motor Honda Beat, akibat kekasihnya terlambat menjemput untuk mengantarnya bekerja, menyebabkan emosi pada si kekasih. Dia menarik gas lebih dalam lagi dan berusaha mendahului sebuah mobil di daerah sekitar Pakubuwono, Jakarta Selatan, pada pukul 14:30 waktu Indonesia barat. Sayang, kekasih Lina tidak mengetahui bahwa jalan di depan terbagi dua. Saat hendak memotong jalan ke kiri agar tidak menabrak trotoar pembatas jalan, mobil yang berusaha ditikungnya justru menabrak dari belakang. Hanya karena masalah sepele yang menyebabkan pertengkaran di jalan, Lina dan kekasihnya justru mengalami cidera sobek-sobek di banyak bagian tubuh akibat kecelakaan yang dipicu dari emosi pertengkaran tersebut.

Saatnya menggunakan akal sehat. Tunggulah hingga sampai di tujuan dan carilah tempat sepi, bila Anda ‘berencana’ adu argumen dengan pasangan. Selain tidak pantas, hal tersebut akan membahayakan keselamatan jiwa Anda berdua.

(Ghiboo)

SHARE