Berhenti Menghujani Anak Dengan Uang!

0
24

.Sebagai orangtua, sudah sepatutnya peran mencari nafkah bagi keluarga dibebankan ada Anda dan pasangan. Uang belanja harian, bulanan, hingga ke uang saku anak, semua sudah merupakan tanggung jawab Anda. Berlebih rezeki, bukan lantas menjadi kesempatan Anda untuk memanjakan anak dengan uang.

Mendidik anak, mungkin Anda bisa sedikit mencontoh Intan (10). Intan adalah seorang pengamen kecil yang biasa mencari uang dengan bernyanyi sumbang di daerah Sabang. Melihat anak perempuan sekecil itu berjalan sendirian pada malam hari dengan menenteng ukulele membuat penasaran Ghiboo. Rabu 17 November 2010 kemarin malam, Ghiboo berbincang-bincang dengan sang bocah.

Meski masih kecil, Intan sudah mengerti kesusahan hidup keluarganya. Ia mengerti, bahwa perhatian ibunya akan tersita habis untuk mengurus dua adik laki-lakinya yang masih berumur empat dan lima tahun di rumah. Intan tidak mau rewel merajuk dan menambah pusing sang bunda. Bagaimana dengan ayahnya? Diakuinya, si ayah yang mencari nafkah menjadi Hansip di daerah Kebon Jeruk hanya mampu memberi Rp.20 ribu sehari kepada istrinya untuk makan sekeluarga. Cukup atau tidak, Intan hanya mendapat uang saku sebesar lima ribu Rupiah setiap hari. Dari sini, Intan mulai mengerti susahnya mencari dan berharganya nilai uang.

Tahun 2008 lalu menjadi titik balik Intan menjadi lebih ‘dewasa’. Akibat bermain air di bundaran HI (Hotel Indonesia), Jakarta Pusat – bersama beberapa anak jalanan lain – Intan ditangkap dan diangkut oleh Tramtib (Ketenteraman dan Ketertiban) menuju sebuah yayasan dan panti sosial untuk dibina. Hari itu menjadi hari sial sekaligus keberuntungan bagi anak perempuan ini. Ayahnya terpaksa menebusnya sebesar Rp.300 ribu untuk mengeluarkannya dari sana. Merasa bersalah pada ayahnya, Intan berjanji tidak akan menyusahkan orangtuanya lagi. Kebetulan saat itu pihak yayasan sosial mengajarkannya bermain drum band dan ukulele.

Anak yang duduk di bangku sekolah dasar tingkat empat tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang datang. Ia mulai turun ke jalan berbekal sebuah ukulele sewaan untuk mendapatkan uang jajan setiap hari. Orangtua Intan tidak pernah memanjakannya dengan uang. Mereka hanya memberinya uang, bila Intan tidak mengamen. Dengan hasil mengamen Rp 20 ribu sehari, Intan dengan pintar menyisihkan Rp 10 ribu untuk ongkos ojek pulang ke Kebon Jeruk, Rp 5 ribu untuk menyewa ukulele, dan sisa Rp 5 ribu untuk dia makan ataupun jajan.

Anda tidak perlu memerintahkan anak turun ke jalanan untuk mencari uang jajan mereka sendiri. Lagipula, anak kecil belum boleh bekerja. Sikap orangtua yang tidak memanjakannya dengan uang inilah yang bisa Anda praktekkan di rumah terhadap si kecil. Anda tentu tidak mau, kan, anak hanya mampu meminta untuk mendapatkan apa yang dia mau hingga dewasa. Intan jelas sekali memberi contoh, bahwa anak sekecil apapun bisa dididik menjadi dewasa dan bertanggung jawab.

Tidak memanjakan si kecil dengan uang akan mengajarkannya menghargai uang.

(Ghiboo)

SHARE