Lomba Tari Bali Anak, Cinta Budaya Indonesia

0
40

.Dengan siapa Anda menikah nanti – entah dengan orang asing atau sesama warga Indonesia – dan di mana Anda akan memutuskan berumah-tangga (di dalam negeri sendiri atau di luar negeri), tidak akan pernah mengubah jati diri Anda yang sebenarnya, berdarah Indonesia.

Alangkah baiknya, jika Anda menanamkan budaya bangsa sendiri terhadap anak sejak masih dini. Biarkan si kecil mengenal dan mencintai negara melalui budaya bangsanya. Segala aspek bisa Anda tanamkan padanya. Mungkin Anda mengkhawatirkan si kecil sulit berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain, bila Anda tidak membiasakannya berdialog dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, karena keluarga berdomisili di negeri orang. Namun, jangan lupa untuk tetap melatih lidah anak bertutur menggunakan bahasa Indonesia, di sela-sela kefasihan bahasa asingnya.

Saat berwisata pun Anda bisa mengajaknya menikmati wisata alam Nusantara, daripada mengajaknya terbang menuju negara orang dan mengagumi kebudayaan mereka. Tanamkan rasa cinta bangsa sendiri padanya. Anda harus sadar, anak-anak Andalah yang akan ‘melestarikan’, membawa, serta melanjutkan perkembangan budaya bangsa. Bila Anda tidak mulai memperkenalkan budaya Indonesia pada si kecil, tidak tertutup kemungkinan kebudayaan bangsa menjadi hilang dan terputus di tangan Anda.

Satu langkah nyata yang bisa Anda lakukan mengenai hal ini. Sertakan anak pada lomba tari Bali anak ke-8, Banjar kayumas Kaja, Denpasar. Berlangsung pada tanggal 24-26 Desember 2010 nanti, Anda masih bisa mendaftarkan si kecil mulai hari ini, 18 November 2010 hingga 15 Desember 2010. Sembari mendaftar, Anda bisa membawa serta seluruh keluarga berlibur ke Bali, karena tempat pendaftaran berada di Banjar Kayumas Kaja Denpasar, Jalan Surapati, Denpasar.

Agar tidak sia-sia datang ke sana, usahakan tiba pagi hari atau maksimal sebelum pukul 16:00 waktu Indonesia Tengah, sebelum pendaftaran ditutup dan jangan lupa membawa foto copy akte kelahiran si kecil. Lomba yang ditujukan untuk anak berusia 7-12 tahun ini akan memperebutkan trophy, piagam, uang tunai, dan hadiah dari sponsor. Mulai sekarang, latih si kecil menari Kebyar duduk, tari Baris Tunggal, tari Condong (dalam Legong Kraton), tari Tenun, dan tari Trunajaya. Khusus untuk Anda yang memiliki anak yang sedikit lebih besar – berumur 13-15 tahun – persiapkan dia untuk bersaing menari Jauk Keras.

Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi Eka Darmayasa di 0361. 7898595 atau Kadek Swastika di 085.237.253627. Menang atau kalah tidak masalah, toh semua peserta akan mendapatkan piagam penghargaan. Dengan mengikuti lomba ini, Anda dan khususnya si kecil sudah berjasa melestarikan budaya bangsa melalui tarian Bali.

(Berbagai sumber)

SHARE