Membina Hubungan Sehat Sebelum 'Terjerat'

0
24

.Semakin bertambah umur Anda, semakin serius Anda menghadapi sebuah hubungan. Anda tidak lagi mencari pasangan hanya untuk menemani makan, nongkrong, atau sekedar senang-senang. Semua Anda fokuskan untuk mencari pasangan hidup. Orang yang bisa dijadikan partner untuk saling mengimbangi satu sama lain dalam ikatan pernikahan. Permasalahannya adalah, bagaimana Anda menemukan pasangan yang tepat? Pasangan sejati Anda didapatkan dari masa pacaran yang sehat. Tidak hanya sekedar mempertimbangkan ada tidaknya aktivitas seksual di sana, namun lebih melihat ‘kesehatan’ emosi Anda berdua saat menjalin hubungan.

Setiap orang harus saling menghargai, begitu pula Anda terhadap pasangan dan sebaliknya. Menerima pasangan apa adanya adalah langkah awal yang baik. Anda harus saling memahami apa yang masing-masing suka dan apa yang tidak disukai. Mendengarkan. Itulah kuncinya. Bila memang Anda berada di jalur yang tepat, maka pasangan akan tahu dan sadar diri untuk tidak melanggar batasan yang telah ditetapkan oleh Anda dan begitu pula sebaliknya.

Kepercayaan. Percaya merupakan salah satu bentuk menghargai. Bila Anda menghargai kehidupan pribadi pasangan, Anda tidak akan mengekangnya. Let go. Percayalah, bahwa dia tidak akan mengkhianati ataupun membohongi Anda. Hal ini bukan berarti Anda tidak boleh cemburu. Cemburu harus ada, karena itu pertanda Anda masih ingin bersama dengan pasangan. Namun reaksi Anda atau saat pasangan saat cemburu inilah yang harus diperhatikan. Tidak adanya rasa percaya bisa dibilang, hubungan Anda tidak sehat. Anda tidak percaya, berarti tidak menghargai usahanya untuk menjaga hubungan. Get it?

Kepercayaan akan terbentuk dan menguat dengan sendirinya bila masing-masing dari Anda selalu jujur terhadap satu sama lain. Bila Anda suda mulai coba-coba tidak jujur dengan pasangan, maka percayalah, Anda akan kehilangan kepercayaannya. Pasangan akan mulai merasa dihargai, karena Anda tidak mendengarkan dan memahami, bahwa – misal – ia tidak suka dengan orang yang suka berjudi, namun Anda berbohong dan tetap melakukan hal tersebut, berulang kali. Jangan berharap pasangan menghargai dan mempercayai Anda, bila yang selalu Anda lakukan padanya hanyalah berbohong. Stop lying, start telling the truth!

Komunikasi yang baik di antara Anda berdua juga harus terjalin dengan baik. Jangan ada satu hal pun yang berusaha Anda tutupi. Memang benar setiap orang memiliki privacy. Namun, bedakan antara privacy dan rahasia. Sebelum merasa dibohongi atau terkesan berbohong, pada awal hubungan, kemukakan dan perlihatkan dengan terbuka, siapa diri Anda yang sebenarnya. Sebelum pasangan bertanya, usahakan mengatakan suatu hal terlebih dahulu padanya. Toh, bila memang tidak ada apapun yang berbau negatif, mengapa hal tersebut harus ditutupi dan tidak diungkapkan?

Ketahuilah dengan detil siapa orang tersebut sebelum memilihnya sebagai pasangan hidup Anda. Pernikahan tidak sekedar nafsu atau emosi menggebu-gebu sesaat. Jiwa dan emosi yang sehat dalam suatu hubungan dibutuhkan untuk membentuk keluarga yang sehat pula.

(Berbagai sumber)

SHARE