Derek Lam Menyulap Denim Menjadi Trench Coat

0
33

.
Apa jadinya jika denim berada di catwalk Valentino? Tentu ini tak pernah terbesit dalam pikiran anda sebelumnya. Valentino memang label yang terkenal dengan cutting yang feminin, mewah dan polished yang biasa dikenakan para selebriti dalam red carpet dan festival film. Namun kali ini denim pun ikut ditampilkan pada fashion show-nya, bersamaan dengan bahan yang tipis seperti kertas, warna nila yang mendalam, dan disambung dengan shirtdresses dan setelan celana pendek.

Maria Grazia Chiuri dan Pier Paolo Piccioli, creative directors dari Valentino bukanlah yang pertama menciptakan pakaian praktis berbahan denim dibawah naungan rumah mode terkenal. Stella McCartney, Celine, Dolce & Gabbana, dan Thakoon Panichgul juga telah berkreasi dengan denim dan menghasilkan bentuk-bentuk baru yang unik dengan sentuhan tahun 70-an seperti blazer, tunik, blouse, high waisted troussers dan vest yang sexy dan artsy.

Lain lagi dengan desainer Derek Lam yang terinspirasi oleh segala sesuatu dari California dimana denim merupakan sesuatu yang alami, meskipun trench coat-nya yang ultra-chic sangat mengingatkan kita perkembangan Levi Strauss. Bagian yang paling menarik adalah material yang fleksibel. “Denim adalah kain yang sangat jujur.” ujar Derek Lam kepada Style.com. “Bahan ini adalah sesuatu yang teruji oleh waktu, daya tahan, dan fungsionalitas.” Bisa jadi ini merupakan salah satu investasi pakaian musim semi anda yang paling sulit dibuat. Kami bekerja keras untuk ini.”

Denim memang tidak lagi identik dengan jeans. Transformasi yang begitu kuat dan kreatif sekarang ini adalah hasil dari tangan dingin para desainer dunia. Hebatnya, perkembangan yang baik ini tetap menghormati ‘akar’ dan sejarah denim yang tak akan pernah pudar.

(Berbagai sumber)

SHARE