Asyiknya Merapikan Kamar!

0
49

.Kapal pecah. Sepertinya itulah situasi kamar si kecil. Tempat tidur berantakan. Sprei menggulung ke mana-mana. Belum lagi buku-buku gambar dan buku pelajaran yang berserakan di lantai, bahkan di bawah tempat tidur! Lantas, bagaimana pula kaos kaki tergantung di sandaran kursi belajarnya? Semua ini belum lengkap tanpa adanya ‘cap’ tangan atau kaki di dinding hasil kelincahan anak. Semua berantakan. Oh, no!

Berulang kali menegurnya dengan nada mengancam atau tegas tidak berhasil membuat si kecil segera membereskan ‘kekacauan’ yang telah dibuatnya. Bahkan mungkin dia berpikir, untuk apa dirapikan, bila nanti akan berantakan lagi? Tenang. Ada beberapa cara menarik yang bisa Anda lakukan agar berhasil membuatnya bersih-bersih kamar.

Buat suatu permainan yang membutuhkan suatu keteraturan untuk memenangkannya. Dia tak akan menolak. Which kids don’t like to play, anyway? Ajak anak melawan waktu. Beri dia 10 menit untuk mengembalikan semua barang ke tempatnya. Lakukan hal ini seperti pada saat dia bermain bola atau melakukan pertandingan lainnya. Soraki si kecil dengan nada semangat dan mendukung. Dijamin, anak akan merasa termotivasi. Bila perlu, putarkan musik kegemarannya untuk ‘memanaskan’ suasana. Permainan lain yang bisa Anda lakukan bersamanya adalah menyusun baju sesuai warna pelangi atau mengurutkan warna dari yang paling tua ke paling muda dan sebaliknya.

Latih anak untuk memisahkan barang yang satu dengan lainnya, sesuai karakteristik masing-masing. Sediakan beberapa container atau kotak kardus. Tempel kertas label pada masing-masing kotak. Bila kurang menarik, sediakan container berbeda warna untuk setiap jenis barang atau mainan. Misal, kotak biru untuk mainan yang mendidik, merah untuk mainan berbentuk hewan, kuning untuk boneka, dan mobil-mobilan ditempatkan di container berwarna hijau.

Berikan ‘penghargaan’ kecil untuk anak setelah dia selesai merapikan barang-barang di kamarnya. Tawarkan es krim kesukaannya atau menonton film yang ditunggu-tunggu di bioskop. Alih-alih bentuk ‘suap’, hal ini bisa menjadi kesempatan emas Anda melewatkan waktu yang berkualitas bersama buah hati.

Jangan jadikan acara bersih-bersih kamar sebagai suatu beban atau kewajiban bagi si kecil. Buat kegiatan tersebut menjadi menarik. Ia akan merasa seperti bermain dan mungkin ketagihan. Siapa tahu saking menariknya, si kecil masih ingin merapikan sebuah kamar lagi? Kamar ayah dan ibunya, misalnya?

(Berbagai sumber)

SHARE