Berbagi Pekerjaan Rumah Dengan Pasangan

0
30

.Suami sibuk bekerja di kantor, sementara istri bertanggung jawab atas keadaan rumah. Itulah yang terjadi pada ibu rumah tangga sehari-hari. Apakah Anda salah satunya? Benarkah kondisi rumah menjadi tanggung jawab istri seorang?
 
Untuk menghindari stres dan ‘ketidakadilan’, usahakan membagi pekerjaan rumah bersama pasangan. Memang benar, bahwa suamilah yang sibuk membanting tulang, mencari nafkah untuk memberi makan seluruh anggota keluarga, namun bukan berarti dia bisa lepas dari tanggung jawab begitu saja atas anak dan rumah.
 
Jangan memberikan pernyataan yang bernada keras dan memerintah saat meminta pasangan melakukan pekerjaan rumah. Alih-alih membantu, ia akan merasa diserang dan semakin menolak kenyataan bahwa ia harus ikut berperan di rumah. Ungkapkan rasa letih dan kesulitan Anda ‘berjuang’ sendirian dengan penuh kasih sayang. Pertanyakan dengan nada lembut arti keadilan. Suami bekerja 8-10 jam sehari – misal – sedang Anda harus bekerja 24 jam sehari tanpa istirahat.  
 
Katakan, bahwa Anda butuh bantuan. Mintalah hal-hal kecil dan sederhana yang bisa dilakukan suami. Tidak masalah, jika ia meminta Anda memasak dan menyiapkan makanan untuknya, namun bujuk dia untuk mencuci piring kotor, setidaknya bekasnya sendiri. Katakan, bahwa hal-hal kecil seperti itu sudah akan sangat membantu Anda.
 
Ungapkan keuntungan-keuntungan yang akan didapat pasangan bila dia mau ikut membantu mengurus rumah. Anda akan mendapat sedikit tambahan waktu untuk mengurus diri sendiri, merawat tubuh, dan mempercantik diri, seperti saat masih single. Fisik yang tidak terlalu lelah akan membuat Anda berperan ‘aktif’ untuk suami di malam hari.
 
Sebenarnya, pasangan pasti akan mau ikut membantu Anda bersih-bersih rumah. Semua tergantung cara Anda memintanya. Semakin lembut Anda, semakin luluh dia.
 
(Berbagai sumber)

SHARE