Desainer Harry Potter Mencuri Karya Alexander McQueen?

0
36

.Harry Potter merupakan salah satu dari kisah-kisah yang paling populer sepanjang sejarah, baik anak-anak maupun dewasa telah melahap habis semua buku dan filmnya. Bocah penyihir paling terkemuka di dunia ini telah menjadi raksasa di bidang sastra fiksi dan perfilman. Bersama teman-temannya, Harry tumbuh besar, jatuh cinta dan cerita pernikahan mulai menghiasi kehidupan magis di dunia asing yang dibentuk oleh JK Rowling tersebut. Dalam buku Harry Potter and the Deathly Hallows dituturkan bahwa Fleur Isabelle Delacour, tokoh yang berdarah setengah Prancis bertunangan dengan William Weasley.

Fleur di dalam buku mengenakan kostum perkawinan putih, tapi untuk sebuah film adaptasi tentu diperlukan sesuatu yang magnificent dan berbeda, yang mampu menghidupkan imajinasi para pembaca. Jany Temime, seorang desainer Perancis diutus untuk menggabungkan bakat dan kreativitasnya dalam membuat kostum-kostum indah dalam film ini. Dia diminta membuat gaun pengantin yang cocok untuk seorang penyihir, tetapi jauh dari sekedar pakaian Halloween.

Maka Jeny berkeinginan membuat suatu aksen luar biasa karena gaun pengantin berwarna putih adalah sesuatu yang cukup membosankan, dan tidak pas untuk ditampilkan dalam dunia sihir Harry yang warna-warni dan misterius. Pilihan dijatuhkan pada aksen dua burung Phoenix diatas maxi wedding gown untuk menandakan sesuatu yang dilahirkan kembali, cinta yang sama sekali tidak mati, dan regenerasi. Jeny mengatakan “Gaun Fleur dibuat dari bahan organza dan dihiasi dengan sepasang Phoenix yang dihadapi satu sama lain pada korset dan membentuk siluet hati. saya memilih Phoenix karena itu seperti cinta yang kekal.”

Namun karya Jeny Temime tersebut mengejutkan khalayak ramai, terutama pengamat mode dunia, sebab gaun yang dikenakan Clemence Poesy, aktris yang memerankan Fleur itu, tampak sangat mirip dengan rancangan Alexander McQueen, seorang desainer ternama asal Inggris yang baru saja meninggal 11 Februari 2010 lalu. Gaun putih dengan rok mengembang dan hiasan dua ekor burung yang saling berhadapan itu tampil di runway untuk koleksi Alexander McQueen tahun 2008.

Jika diperhatikan, kedua gaun tersebut memang berbeda pada bagian kerah, panjang gaun dan kepala burung yang digunakan. Gaun karya Mcqueen tidak bergambar phoenix, melainkan peacock atau burung merak. Namun selebihnya, warna dan konsep brilian itu sangatlah serupa. Sayangnya hingga kini tim Alexander Mcqueen tidak ingin memberikan konfirmasi apapun. Bagaimana pendapat anda? Apakah itu baju McQueen yang hanya diubah sedikit, atau Jeny terinspirasi dengan Mcqueen dan mencontohnya habis-habisan?

(Berbagai sumber)

SHARE