Mengoleksi 'Jejak' Cryptid

0
30

.The International Cryptozoology Museum telah hadir di Portland, Maine, Amerika Serikat untuk Anda yang selalu penasaran dan mengoleksi berbagai barang yang terkait dengan makhluk-makhluk ‘mitos’.

Museum ini akan dibuka sebelum Thanksgiving dan ditutup pada saat hari perayaan tersebut dilaksanakan. Nantinya, museum crytpozoology tersebut dibuka reguler setiap hari Jumat, Sabtu pukul 11:00-17:30, dan Minggu pukul 16:30.

Museum International Cryptozoology memuat seluruh koleksi mengenai berbagai makhluk misterius nan legendaris di dunia, yang tidak diakui keberadaannya oleh biology mainstream. Cryptozoology sendiri merupakan ilmu tentang binatang atau makhluk tersembunyi.

Loren Coleman, sebagai salah satu pecinta makhluk hidup misterius dan sekaligus ahli cryptozoology terkemuka meyakini bahwa binatang-binatang tersebut nyata adanya. Bertahun-tahun lamanya Coleman mengumpulkan bermacam-macam koleksi spesimen, replika, dan artefak sang cryptid – panggilan untuk makhluk misterius.

Apa saja yang termasuk cryptid? Bigfoot, yeti, yowie, yeren, coelacanth, dan putri duyung Fiji adalah beberapa contohnya. Bigfoot merupakan binatang yang dinyatakan terlihat di daerah Kanada dan Amerika Utara. Bentuknya besar dan memiliki bulu yang lebat di seluruh tubuhnya. Hampir serupa dengan bigfoot, yeti dilaporkan di Tibet dan Nepal, yeren di China, sedangkan yowie ‘ditemukan’ di Australia.

Mungkin, makhluk yang sedikit familiar dengan Anda adalah coelacanth. Coelacanth merupakan salah satu jenis ikan yang diperkirakan telah punah sejak akhir masa Cretaceous, yakni 65 juta tahun lalu. Spesimennya ditemukan di timur Afrika Selatan. Bahkan, ‘jejaknya’ muncul di Indonesia, tepatnya di Manado Tua, Sulawesi. Bagaimana dengan putri duyung Fiji? Makhluk tersembunyi tersebut disebut-sebut sebagai gabungan mamalia dan ikan. Bentuknya sangat aneh.

Berfoto di depan International Cryptozoology Museum bisa menambah koleksi barang-barang Anda mengenai cryptid. Not bad, huh?

(Berbagai sumber)

SHARE