Positive Parents For Positive Kids

0
42

.Bertujuan membantu orangtua menghadapi permasalahan dengan anak-anak mereka, ATD Indonesia (Academy of Transformation and Development Indonesia) menggelar sebuah preview seminar Positive Parents. Mana mungkin mengasuh anak menjadi hal yang mudah? Tentu saja bisa. Tidak hanya mudah – namun Sabtu, 20 November 2010 lalu – para orangtua yang hadir juga diberikan sedikit gambaran mengenai cara asuh anak yang tepat dan efektif.

Tidak perlu menekan si kecil dengan banyak intonasi tegas, otoriter, apalagi kata-kata kasar dan negatif hanya untuk membuatnya menuruti perkataan Anda. Semakin dilarang seseorang, semakin ia ingin melakukan hal itu. Contoh, bila Anda melarang anak untuk mampir ke berbagai tempat setelah pulang sekolah dengan mengatakan, “Adik, nanti pulang sekolah, jangan mampir-mampir, ya!” Dijamin, si kecil justru akan merasa tertantang dan singgah ke rumah temannya sebelum akhirnya pulang ke rumah. Gunakan saja kalimat dengan kata-kata positif, seperti, “Adik, pulang sekolah, langsung pulang ke rumah, ya.”

Mengapa tidak boleh menggunakan kata ‘jangan’? Untuk membentuk anak yang positif, Anda harus mendidiknya dengan hal yang postif. Hal postif bisa didapatkan dari kata-kata positif, pola pikir positif, tingkah laku positif, dan pemberian nilai-nilai positif. Sebagai orangtua, Andalah yang bertanggung jawab memberikan dan menanamkan semua hal baik tersebut pada buah hati. Jangan buru-buru menyalahkan si kecil, bila dia menjadi nakal dan bebal. Mungkin, dari Andalah dia mencontoh. Tidak percaya? Apakah Anda tetap menonton televisi, setelah memerintahkan si kecil berhenti menonton kartun kesukaannya dan segera mengerjakan PR-nya (Pekerjaan Rumah)? Bila ya, maka Anda belum berhasil memberikan contoh nyata tingkah laku positif terhadap anak.

Nyoman Indra Permana S.Psi,. MCH,.CHT dan Ira Savira, SE MCH, CHt sebagai pembicara sore itu mengatakan, bahwa hypnotherapy dan NLP (Neuro Linguistic Programming) akan menjadi teknik yang tepat dalam mengasuh anak. Neuro linguistic programming menerapkan bahasa pemorgraman dalam otak. Sebagai orangtua, Anda akan memrogram otak anak dengan berbagai hal. Masukkan ajaran-ajaran positif ke dalam otak bawah sadarnya melalui hipnosis. Otak bawah sadar memiliki kekuatan lebih besar (88%) dibanding otak sadar manusia (12%). Selain itu, dari umur 0-3 tahun, si kecil belum bisa menggunakan otak consious atau otak sadarnya. Pada usia tersebut, anak bertumbuh hanya dengan kemampuan otak bawah sadarnya.

Tingkat kesadaran manusia terbagi empat, beta, alpha, theta, dan delta. Keadaan tubuh yang paling mudah untuk dihipnosis (diberikan sugesti) adalah keadaan menyerupai orang yang akan tidur, tepatnya di tingkat alpha dan theta. “Kalau Anda perhatikan, mata anak akan mengalami beberapa kali kedutan saat akan tidur. Inilah tanda dia berada dalam masa alpha. Masukkan sugesti ke dalam otak bawah sadarnya, karena saat berada di alpha dan theta, anak akan menjadi sangat fokus dan mudah untuk menerima sesuatu.” jelas Nyoman lebih lanjut.

Satu hal yang perlu diingat, bahwa sebelum menghipnosis si kecil, Anda harus menghipnosis diri Anda sendiri terlebih dahulu. Anda perlu untuk memotivasi diri menjadi contoh yang lebih positif bagi anak. Pahami pola kerja alam bawah sadar dan Anda dapat menghilangkan trauma, fobia anak terhadap mata pelajaran tertentu, suasana gelap, hantu, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, dengan hipnosis, Anda dapat lebih memahami diri sendiri dan mengenali potensi anak.

Bagaimana cara melakukan hypnotherapy dan NLP pada anak? Penasaran? Hadiri seminar ATD Indonesia berikutnya di FX, Jalan Sudirman, Jakarta, pada Sabtu, 16 Desember 2010 mendatang. Seminar akan dimulai pukul 09:00-17:00. Daftarkan diri Anda ke [email protected] atau [email protected] Hanya dengan Rp. 1 juta Anda bisa membentuk buah hati yang jauh lebih baik. Mantap!

(Ghiboo)

SHARE