Susahnya Tidur Sendiri!

0
54

.Tidur menjadi ‘kegiatan’ favorit untuk Anda dan pasangan setelah seharian lelah mengurus rumah, anak, ataupun menghadapi klien dan bos di kantor. Moment istimewa ini bisa ‘terganggu’ dengan hadirnya ‘orang ketiga’, anak.

Si kecil yang belum berani dan tidak terbiasa tidur sendiri di kamarnya, akan datang malam-malam ke kamar Anda dan merengek minta tidur bertiga di satu ranjang yang sama dengan orangtuanya. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan. Awalnya, mungkin Anda hanya terlalu menyayanginya dan selalu ingin melihatnya 24 jam hingga mata terpejam, namun lama kelamaan tubuh si kecil pun bertumbuh besar. Tempat tidur menjadi terlalu sempit dan tidak nyaman lagi untuk ditempati bertiga.

Saatnya menjadi tegas pada diri sendiri. Kuatkan hati Anda untuk tidak luluh dengan tangisannya atau kata-kata si kecil yang mengiba untuk tidur bersama. Pada siang hari, jelaskan padanya, bahwa ayah dan ibu tidur di kamar depan, sedang dia tidur di kamar samping dan memang sudah seharusnya seperti itu. Bila perlu, buatkan sebuah ‘buku dongeng’ mengenai hal ini. Ciptakan tokoh seorang anak kecil yang berjuang untuk bisa menghadapi kamarnya sendirian dan akhirnya berhasil mengatasi rasa takut dan manjanya dengan tidur di kamarnya. Buatlah cerita happy ending mengenai hal ini.Untuk menambah antusiasme anak, berikan gambar-gambar ilustrasi – dalam cerita – yang bisa ia warnai.

Untuk langkah awal, temani si kecil tidur di kamarnya. Jangan tidur di ranjangnya. Anda harus berkorban dengan tidur di lantai. Ini untuk melatihnya berada sendiri di atas ranjang. Bila anak sudah terlelap, mengendap-endaplah dan tinggalkan ia. Lakukan berulang kali. Saat telah terbiasa, ‘jauhkan’ lagi diri Anda. Kini, tunggulah si kecil tertidur dengan duduk diam di sebuah sofa atau tempat duduk di ruang tamu yang bersebelahan dengan kamarnya. Setelah anak tertidur pulas, Anda bisa kembali ke kamar Anda.

Melatih kemandirian tidur pada anak memang tidak mudah. Mungkin ia akan kembali masuk ke kamar Anda saat terbangun tengah malam dan tidak menemukan sosok orangtuanya di dekatnya. Mengesalkan, namun Anda harus bangun, mengantarkan, dan menemaninya kembali hingga tertidur di kamarnya, baru kembali ke kamar Anda. Jangan malas. Hanya karena lelah dan mengantuk, Anda mempersilakan si kecil masuk ke dalam selimut yang sama dengan Anda. Jangan lakukan hal ini atau semua usaha Anda akan menjadi sia-sia.

Jika si kecil sudah berhasil tidur di kamarnya sendiri, berikan ia ‘hadiah’ sebagai bentuk penghargaan. Tidak perlu berlebihan. Cukup dengan memuji bahwa dirinya sudah besar, pemberani, atau dengan menyelipkan sebuah sticker lucu di bawah bantalnya, misalnya. Pancingan seperti ini setidaknya dapat membuatnya sedikit bertahan, bahkan ‘ketagihan’ untuk tidur sendiri.

Memanjakan anak karena rasa kasihan tidak akan pernah membuatnya bertumbuh mandiri.

(Berbagai sumber)

SHARE