No More 'Whatever'

0
53

.Lancarnya komunikasi menjadi senjata ampuh dalam menjalin suatu hubungan. Komunikasi berjalan dua arah. Tidak hanya terbuka mengungkapkan perasaan dan pemikiran terhadap pasangan, namun juga mampu untuk mendengarkan. Komunikasi tersebut akan terhambat dengan munculnya kata ‘terserah’.

‘Terserah’ memiliki banyak makna. Jangan beranggapan, bahwa mengucapkan kata tersebut akan mengungkapkan betapa Anda mencintainya, sehingga Anda menyerahkan keputusan pada pasangan dan tinggal mengikuti saja. Ini salah. Daripada mengucapkan ‘terserah’, lebih baik katakan ‘baik’ untuk menyatakan persetujuan. Mengapa? Tidak lain karena kata ‘terserah’ cenderung memiliki kesan negatif.

Mau menonton film apa? Mau makan di mana? Setelah ini mau ke mana? Terserah. Semua Anda jawab dengan satu kata, ‘terserah’. Mungkin Anda tidak mau berdebat, mungkin Anda tidak mempunyai ide lain, mungkin Anda tidak berpendirian, dan masih banyak lagi. Apapun alasannya, hasilnya tidak akan baik. Sadarkah Anda, bahwa meski menyebalkan dan berbeda pendapat, pasangan tetap ingin mendengarkan pendapat Anda dan mendapat respon balik dari pertanyaan atau ide-ide yang dilontarkannya? Tidak masalah, bila akhirnya Anda berdua harus adu argumen panjang lebar, namun setidaknya dengan berhenti berkata ‘terserah’ dan mulai mengeluarkan pemikiran, Anda terlihat serta terbukti benar-benar mau dan sanggup berperan “aktif” dalam menentukan arah dan laju suatu hubungan.

Lama-kelamaan, pacar, suami, atau istri akan merasa bosan dengan sikap pasif Anda dan mungkin saja meninggalkan Anda, karena merasa selalu dituruti dan tidak mendapat ‘tantangan’ dari Anda. Hindari hal ini. Mengucapkan kata “terserah” bukan sekedar menuruti keinginan lawan bicara, namun terdengar seolah Anda tidak perduli dengan apapun alasan yang diungkapkan, asalkan hal tersebut cepat berlalu. Ketidakpedulian dan tidak mau mendengar. Apa ini juga termasuk alasan Anda mengatakan ‘terserah’?

Semakin sering Anda mengeluarkan kata tersebut, semakin Anda menghancurkan hubungan sedikit demi sedikit. Disadari atau tidak, pasangan akan merasa sebal, bahkan benci, dan sakit hati ketika mendapatkan respon ‘terserah’, setelah menjelaskan atau bertanya panjang lebar dengan baik-baik kepada Anda. Tidak heran, karena dengan menyebutkan kata itu, Anda telah menunjukkan sikap tidak menghargai. Dalam suatu situs dikatakan, bahwa kata ‘terserah’ yang dalam bahasa Ingggris disebut ‘whatever‘ merupakan salah satu kata paling mengganggu dan kasar yang diucapkan oleh seseorang.

Bila ingin hubungan tetap harmonis dan langgeng, berhenti berkata ‘terserah’. Mulailah berpendapat dan mendengarkan. Mudah, kan?

(Berbagai sumber)

SHARE