Cemburu Dengan Rekan Kerja

0
44

.Pasangan cemburu dengan rekan kerja Anda? Wajar. Hal ini karena Anda lebih sering berada di dekat rekan kerja yang sama tersebut lebih lama dibanding Anda dengan pasangan di rumah. Semakin sering Anda berinteraksi, semakin kuat pertalian hubungan di antar Anda dan rekan kerja. Itulah yang ditakutkan pasangan.

Berusaha ingin terbuka, Anda pun memeberitahu pasangan, bahwa ada kolega baru di kantor. Serba salah rasanya ketika ditanya apakah orang tersebut tampan atau cantik. Bila Anda menjawab ‘tidak’, itu berarti Anda berbohong. Namun jika Anda bilang ‘ya’, Anda akan merasa lelah selalu dituduh dan dicurigai setiap hari jika sedang bekerja bersama rekan tersebut.

Langkah pertama untuk menetralisir perasaan cemburu adalah memperkenalkan rekan kerja Anda kepada pasangan. Tak kenal maka tak sayang. Mungkin dia tidak akan ‘membenci’ atau merasa terancam lagi oleh orang tersebut setelah mengenalnya langsung. Tidak hanya itu, sebelum berangkat kerja, pastikan cincin nikah terpasang di jari Anda. Jangan lupa memakainya atau Anda akan dicurigai masih ingin terlihat single di tempat kerja. Pajang dengan bangga foto istri dan anak di ruang kantor Anda. Tunjukkan pada pasangan, bahwa Anda telah memasang ‘pagar’ di kantor.

Meski sibuk, katakan kepada sekretaris Anda untuk selalu menyambungkan langsung kepada Anda – no matter what – telepon yang masuk dari pasangan. Berikan hak istimewa padanya. Bila Anda sedang rapat penting, terima telepon tersebut dan katakan “Sayang, aku sedang rapat penting. Nanti aku telepon balik. Love you.” Meski cuma beberapa detik, setidaknya dia akan merasa sedikit tenang, bahwa Anda tidak ‘menjauh’ darinya selama berada di kantor.

Bersosialisasi dengan teman kantor memang penting untuk menjaga hubungan baik. Namun bila terlalu sering pulang malam di atas jam kerja, siap-siap saja diinterogasi dan mendapatkan pasangan yang uring-uringan karena hal ini. Usahakan langsung pulang ke rumah setelah kerja. Bila memang harus atau ingin ikut kumpul-kumpul dengan teman kantor atau klien, ajaklah pasangan. Toh, seharusnya di atas jam kerja Anda sudah kembali menjadi ‘milik’ pasangan.

Batasi jam kerja Anda. Rumah bukan tempat untuk bekerja. Tolak semua telepon yang masuk dari kantor atau apapun yang berhubungan dengan urusan pekerjaan setelah waktu bekerja Anda selesai. Ingat, keluarga Anda juga harus diperhatikan. Jangan rampas waktu mereka bersama Anda! Bila perlu, sempatkan seminggu sekali untuk kencan berdua saja dengan pasangan, tanpa kehadiran anak. Hal ini dapat menjaga keharmonisan di antara Anda berdua.

Tidak lupa, setiap pulang kerja, ceritakan apa yang Anda alami seharian di kantor kepada pasangan. Biarkan dia mengenal Anda. Jangan membuatnya merasa terasing dari kehidupan karir dan pekerjaan Anda. Pasangan harus mengenal Anda dengan baik, karena dia adalah partner hidup Anda!

(Berbagai sumber)

SHARE