Keinginan Orang Tua

0
56

.Oleh: Nyoman D. Indra Permana – ATD Indonesia

Tanggung jawab para orang tua pada dasarnya adalah mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak dengan penuh kasih sayang. Dalam menjalankan tanggung jawab terhadap sang buah hati ada keinginan-keinginan para orang tua yang kadang tidak sejalan dengan kebutuhan anak, walaupun dengan alasan kasih sayang. Keinginan orang tua itu bahkan seringkali dipaksakan kepada anak-anak mereka.  

Sebagian besar orang tua beralasan pada saat masa kecil tidak mendapatkan dari orang tuanya, sehingga hal itu diwujudkan kepada anak-anak mereka.

Terkadang para orang tua merasa lelah saat menghadapi anak-anak yang ‘sulit diatur’ ketika mereka tidak memenuhi keinginan para orang tua. Ironisnya, ancaman kerap dilontarkan bahkan hukuman diberikan dengan alasan mendisiplinkan serta untuk kebaikan anak-anak kelak.

Sebagai contoh, ketika anak memasuki usia sekolah, oleh orang tuanya diikutkan les bahasa inggris dengan alasan untuk menghadapi tantangan era globalisasi masa depan. Hal itu terkesan ‘dipaksakan’ tanpa memperhatikan kebutuhan dan masa perkembangan anak. Perhatikan lebih lanjut apakah les bahasa inggris tersebut merupakan kebutuhan anak? Apakah anak sudah mengetahui manfaatnya? Mungkin hal tersebut merupakan keinginan orang tua karena ‘gengsi’ semata?   

Ketakutan para orang tua yang tidak beralasan akan masa depan anak kelak dibebankan secara tidak langsung. Ketika anak tidak dapat mengikuti dengan baik, orang tua merasa kecewa dan, ironisnya, kekecewaan itu dilampiaskan pada anak dengan amarah, menghardik, menyalahkan, dan tindakan negatif lainnya.  

Hal itu tidak perlu terjadi apabila orang tua mengetahui dan memahami betul kebutuhan anak-anak dengan menempatkan posisi orang tua dari sudut pandang mereka (anak), sehingga dapat paham betul apa yang dibutuhkan anak di usia perkembangannya.

(ATD Indonesia)

SHARE