Kemarahan Orang Tua

0
40

.Oleh: Ira Savira – ATD Indonesia
 
Suatu malam, seorang ibu, yang baru pulang dari kerja menyapa anaknya yang sedang belajar, “Hai, Nak, apa kabar? Sedang belajar? Sebentar, ya, mama ganti baju kerja dulu, abis itu temani kamu belajar.” Sang anak yang masih berusia tujuh tahun menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum gembira.
 
Beberapa saat kemudian, sang ibu telah bersama-sama anaknya mendampingi belajar. Saat sedang memperhatikan dan memeriksa apa yang dikerjakan anaknya, tiba-tiba Ibu tersebut mengeluarkan suara tinggi kepada anak itu, “Masa begini saja salah, sih? Ini, kan tidak susah, Nak! Mama, kan sudah ajarin kamu kemarin, masa masih tidak bisa? Gimana, sih kamu!”
 
Belum sempat sang anak menjawab, terdengar lagi suara emosi sang Ibu, “Mama capek, lho ngajarin kamu terus! Capek pulang kerja malam, masih harus ngajarin kamu!  Ayo, jangan bodoh gitu! Lama-lama Mama sebal ngajarin kamu!”
 
Semoga hal itu tidak pernah Anda alami ketika mendampingi anak yang sedang belajar.
 
Kemarahan para orang tua muncul akibat ketidak mampuannya mengendalikan emosi. Emosi tersebut mungkin muncul disebabkan oleh kelelahan fisik akibat bekerja sepanjang hari atau adanya permasalahan di tempat kerja, sehingga anak menjadi obyek pelampiasan kekesalan.
 
Perhatikan dialog tersebut diatas. Secara tidak sadar Sang Ibu telah menanamkan hal-hal negatif kepada anaknya. Bayangkan apabila hal itu terjadi berulang-ulang. Semakin sering diulang, semakin terpola dalam pikiran anak.  Pikiran bawah sadar anak tertanam keyakinan, bahwa mendampingi anak belajar itu adalah hal yang melelahkan dan menyebalkan. Akibatnya, anak menjadi kurang percaya diri dan merasa tidak mampu.
 
Kadang orangtua tak menyadari akibat yang muncul dari tindakannya terhadap sang buah hati. Hal ini karena kita (baca: orangtua) kurang mengetahui cara kerja pikiran anak-anak yang sangat mudah menerima sugesti.
 
Mengapa hal itu bisa terpola pada pikiran bawah sadar anak? Bagaimanakah cara kerja pikiran anak? Kita akan membahasnya dalam artikel cara kerja pikiran dan gelombang otak manusia.
 
(ATD Indonesia)

SHARE