Crafina, Memamerkan Kerajinan Tangan Indonesia

0
33

.Menyalurkan hobi sekaligus membantu sesama. Itulah yang dapat Anda lakukan di Crafina, pameran kerajinan tangan, yang diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta 24-28 November 2010 lalu.

Bagaimana tidak? Hasil penjualan tidak akan utuh masuk semua ke kantong masing-masing peserta ataupun penyelenggara, melainkan 25% akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam di Merapi, Mentawai, dan Wasior.

Bagi Anda yang gemar membuat pernak-pernik ataupun bentuk kerajinan tangan lain dari perak, kuningan – atau jenis tembaga lainnya – dan kayu, pada umumnya, Crafina bisa menjadi inspirasi Anda.

Berbagai macam benda antik bisa Anda dapatkan di sini. Galeri Lawang, misalnya, memamerkan beragam bentuk pintu kuno yang terbuat dari kayu (baca: gebyok). Tidak hanya gebyok, pintu sederhana berkaca dan berteralis, yang semuanya berbahan baku kayu pun tersedia. Kesannya tidak hanya antik, namun juga kental dengan suasana etnik.

Saxophone tua dari tembaga berwarna kuning dijual di stand Mell’z Gallery. Barang yang cukup menarik untuk menambah koleksi benda antik Anda. Beberapa tipe koper tua, kotak penyimpanan kayu berukuran kecil sebagai tempat cincin, kalung, gelang, dan aksesoris lain akan mengingatkan Anda pada benda ‘keramat’ nenek.

Selain puas mencuci mata dengan berbagai benda antik dan etnik, Anda juga dapat menyaksikan berbagai hasil karya yang menang dalam UNESCO Award of Excellence for Handicrafts – 2010 South East Asia Programme. Tidak hanya kayu, namun tembaga, dan berbagai jenis rajutan bersanding di ‘podium kemenangan’ tersebut. Kesempurnaan, keaslian, inovatif, ramah lingkungan, dan sesuai dengan selera pasar menjadi parameter penilaian UNESCO.

Jangan berhenti berkreasi! Siapa tahu karya Anda yang akan dipajang dalam penghargaan Unesco akan kerjainan tangan berikutnya? Menang atau kalah tidak masalah. Anda masih tetap bisa memamerkan karya atau koleksi Anda, dengan usaha sendiri, tentunya.

(Ghiboo)

SHARE