Aman Berkendara Oleh Anak

0
57

.Semakin dewasa anak, semakin malu ia terlihat diantar-jemput oleh orangtuanya ke sekolah. Mungkin sudah saatnya mengajarinya menyetir mobil?

Pada dasarnya, aturan menyetir pada remaja sama dengan orang dewasa. Ajarkan buah hati Anda untuk selalu fokus dan tidak mudah teralihkan perhatiannya saat menyetir. Anak remaja cenderung ingin terlihat keren saat menyetir. Itulah sebabnya mereka bergaya borjuis dengan mengangkat telepon menggunakan tangan kiri dan tangan kanan sibuk mengontrol setir. Ini berbahaya. Peringatkan dia dengan keras agar tidak melakukan hal tersebut.

Penggunaan handphone tidak hanya mencakup sambungan telepon, tapi juga interaksi melalui pesan pendek SMS (Short Message Service) dan fenomena yang sedang in saat ini, BBM (BlackBerry Messenger). Lebih baik menunda pembicaraan sementara waktu, daripada tidak akan pernah bisa lagi membalas sapaan, bukan?

Anak yang baru saja sanggup mengendarai kendaraan belum akan mampu membagi konsentrasi saat menyetir. Hal baru perlu perhatian khusus untuk menguasainya. Katakan pada anak agar selalu fokus dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di jalan. Ini pulalah yang menjadi alasan seorang pengendara harus benar-benar sadar saat menyetir. Selain melanggar hukum, mengonsumsi minuman beralkohol di belakang setir dapat membahayakan keselamatannya di jalan.

Perintahkan anak untuk selalu mengenakan sabuk pengaman terlebih dahulu dan batasi kecepatan laju mobil! Tubuh seorang pemula tidak akan mampu bereaksi dengan cepat saat mobil berada dalam situasi yang di luar dugaan ataupun mengontrol pergerakan kendaraan yang melaju sangat cepat.

Mengendarai mobil membutuhkan tanggung jawab yang besar. Bila anak Anda belum cukup dewasa, jangan sekali-sekali mengajarkannya menyetir mobil. Jauhkan kunci kendaraan dari jangkauan si kecil atau dia akan seperti seorang anak berumur tujuh tahun di Utah. Pada hari Minggu pagi, anak yang tidak disebutkan namanya ini tiba-tiba ‘mencuri’ kunci mobil ayahnya dan melarikan diri mengendarai mobil tersebut. Polisi berusaha menghentikannya karena anak tersebut melanggar rambu lalu lintas. Kejar-kejaran pun terjadi. Beruntung, sang anak mengemudi dalam kecepatan rendah, sehingga tidak terjadi kecelakaan. Dia memberhentikan mobil setelah sampai di rumah orangtuanya dan bersembunyi di dalamnya. Ketika ditanya alasannya melakukan hal tersebut, dengan polosnya anak itu menjawab, dia tidak ingin pergi ke gereja.

Nah, sudah siapkah anak Anda mengendalikan setir mobil?

(Berbagai sumber)

SHARE