Bazaar Fashion Concerto 2010: Kolaborasi Fashion dan Musik yang Fantastis

0
46

.Sepuluh tahun merupakan angka spesial bagi Harper’s Bazaar karena telah turut mewarnai dunia mode Indonesia. Untuk itu sebuah pergelaran akbar berupa kesatuan fashion dan musik yang mengagumkan tak akan terasa berlebihan. Tepat tanggal 1 Desember di Plenary Hall JCC Senayan Jakarta, acara bertajuk Bazaar Fashion Concerto dilaksanakan dengan mengangkat tema Fashiontech, yaitu suatu bentuk kesadaran bahwa fashion, musik dan teknologi adalah tiga hal yang tak dapat terpisahkan. Bazaar Fashion Concerto kali ini adalah pelaksanaan yang keempat dan didukung oleh BRI Platinum serta Oriflame, dua nama besar yang tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.

Dimulai pukul 19.30 WIB, Becky Tumewu hadir mengenakan gaun konstruktif berwarna silver dan membuka acara dengan antusias di panggung yang minimalis nan futuristik. Tampak Izabel Jahja selaku Editor in Chief majalah Harper’s Bazaar Indonesia dan A.Toni Soetirto selaku Managing Director BRI memberikan sambutan dalam sebuah rekaman di layar besar yang terletak di kanan dan kiri panggung. Malam itu Izabel Jahja bergaya androginy dengan black tuxedo dan corset yang sexy. Hadir juga tokoh-tokoh penting di dunia hiburan Indonesia beserta para sosialita yang berlomba-lomba tampil outstanding dengan personal style masing-masing.

Acara yang singkat dan padat ini menyajikan sepuluh desainer berbakat Indonesia yang menerjemahkan teknologi dalam karya-karya mereka yang fresh dan orisinil. Deden Siswanto mengangkat tema Grear Galore, dimana eksplorasi kain sungguh terasa dalam garis rancangannya. Warna yang bertabrakan seperti hitam yang luruh dengan kuning tampil sangat ekspresif tanpa berlebihan. Sementara itu Sofie menonjolkan aspek garis dan detail tumpuk dalam rancangannya. Baju-baju yang ditampilkan terlihat rumit dan ‘hidup’ membentuk persepektif tiga dimensi yang terbuat dari bahan alami dan modern seperti olahan tumbuhan organik. Kiata Kwanda, desainer asal Bali tampil sebagai karya ketiga dengan night gowns berwarna hitam yang elegan namun tetap unik. Koleksinya adalah yang paling minimalis pada malam itu.

Sally Koeswanto menjadi salah satu yang karyanya paling bersinar, karena selain material dan cutting yang atraktif, Sally juga menggabungkan bahan lateks warna emas dengan hiasan body painting pada tubuh para model yang dirias oleh Gusnaldi. Wita for Bin House memiliki karya yang sangat wearable, mengingatkan penonton pada gaun-gaun prom yang riang dan catchy. Sapto Djokokartiko tampil bold melalui tema Flysionaire, gabungan antara konsep aviator yang trendy dengan bahan-bahan kertas dan kayu organik yang menghasilkan gaun dan aksesoris ajaib yang struktural.

Bagi Oka Diputra, makshluk laut adalah fenomena alam yang menakjubkan, maka dia meletakkan imajinasinya pada high fashion dalam warna-warna terang seperti jingga dan biru. Ari Seputra lebih unik lagi, karena pria yang telah 10 tahun berkiprah di dunia mode Indonesai ini mengkombinasikan gaya tribal ala Afrika dengan sentuhan modern dari material rotan plastik kaya warna sehingga menghasilkan pakaian-pakaian yang sophisticated. Susan Budihardjo tampil di Bazaar Fashion Concerto sekaligus merayakan kiprahnya di dunia mode yang etalh menginjak usia 30 tahun. Desainer senior ini memadukan efek geometris gedung-gedung kaca dan bagunan modern dalam busana adiluhur yang clean, feminin dan sleek. Ditutup oleh Denny Wirawan yang kemunculan karyanya diiringi marching band profesional, dia mengangkat military look yang trendy dengan bahan wool, shantung, silk, satin yang uber glam dalam warna-warna shocking seperti merah, kuning, turquoise dan fuschia. Kesepuluh desainer ini berhasil merangkum evolusi teknologi, garis rancangan pribadi, keterampilan makeup dan tata rambut dengan sangat, sangat apik.

Dewi Sandra tampil mengagumkan malam itu, seolah tema Fashiontech memang sudah menyatu dalam dirinya. Warna-warni gaun berpotongan tangguh dengan sentuhan detail yang berkilau dan makeup yang daring, memang sangat cocok dengan pelantun I Love You ini. Melly Goeslaw dengan gaun-gaun yang weird sungguh tak asing lagi di mata para penonton, malam itu dia tampil dengan 2 kostum berbeda. Kostum pertama berwarna hijau terang dengan cutting yang unik dan mengingatkan kita pada kostum Kermit milik Lady Gaga. Lalu Melly tenggelam dalam permainan warna silver di kostum selanjutnya, cocok dengan rambut dan  makeup senada.

Sherina tampak stunning dan tampil sesuai usianya dalam balutan gaun merah yang diproses melalui teknik olah kain yang cantik. Gadis bersuara indah ini menari-nari bersama model bergaun putih dalam lagunya yang riang. Sementara itu lagu Radja yang dinyanyikan Andy rif terdengar begitu berbeda karena diaransemen dengan sentuhan musik digital yang sedikit etnik, menyesuaikan outfit-nya malam itu yang begitu magnifique. Ubiet dan Andy Ayunir mampu menciptakan musik baru yang jarang terdengar sebelumnya. Tak salah jika Bazaar Fashion Concerto begitu ditunggu-tunggu, semua pulang dengan tersenyum karena mata dan telinga terpuaskan dengan kekuatan kolaborasi yang seru.

(Berbagai sumber)

SHARE