Stop Watching TV!

0
55

.Anak kecil, terlebih yang belum memiliki aktivitas wajib seperti ke sekolah, sangat suka menonton televisi. Tidak hanya itu, dia juga gemar menghabiskan seluruh waktu ‘hidupnya’ dengan bermain video game, komputer, dan menonton DVD.

Menonton televisi memang menyenangkan, namun hal ini dapat menjadi kebiasaan buruk serta berdampak negatif pada anak. Kurangnya kemampuan bersosialisasi dan tubuh yang tidak sehat akibat kurang bergerak dan berolahraga di luar ruangann adalah ‘hasil’ memuja sebuah layar elektronik selama berjam-jam setiap hari.

Merasa kesulitan mengalihkan perhatian si kecil dari sebuah layar? Anda tidak akan pernah bisa merampas kesenangannya dengan melarangnya menonton televisi sama sekali. Selain tidak adil baginya, dia jelas akan memberontak kepada Anda.

Biarkan saja dia menonton televisi. Bahkan, minta dia memilih acara televisi favoritnya. Hal ini bukan berarti si kecil boleh menonton semuanya. Dia harus memilih satu saja. Televisi hanya boleh dinyalakan pada jam tayang dan harus segera dimatikan setelah acara selesai. Jangan menghidupkan televisi hanya karena anak menangis dan merengek-rengek. Katakan padanya, semakin ia menangis dan nakal, ia tidak boleh menonton televisi. Untuk mengatasi kekesalan dan kebosanannya selama belum boleh menyalakan televisi, Anda harus mengajaknya beraktivitas bersama. Membacakannya buku, bermain tebak-tebakan, bermain masak-memasak, mengajaknya membersihkan dan merapikan kamar, dan masih banyak hal lain yang bisa Anda lakukan dengannya.

Matikan televisi bila tidak seorang pun anggota keluarga yang menonton. Jangan biarkan televisi terus menyala. Jangan sampai si kecil merasa, bahwa ‘kehadiran’ televisi merupakan hal yang wajar dan selalu menjadi bagian dari keluarga. Semakin dia tidak menyadari ‘keberadaan’ televisi, semakin ia tidak merasa ketergantungan dengan benda tersebut. Alasan ini pulalah yang seharusnya dapat menghentikan rencana Anda meletakkan televisi di kamar sang buah hati. Anak yang tidak memiliki televisi di kamarnya tidak akan menonton televisi sesering mereka yang memiliki fasiltas tersebut.

Batasi pemakaian televisi. Bila sebelumnya dia bisa menonton televisi dari mulai bangun pagi hingga kembali tidur, kini tidak lagi. Si kecil hanya boleh menonton televisi maksimal dua jam setiap hari! Mayoritas, sebuah film kartun berdurasi setengah jam. Bila ia memiliki waktu dua jam, ini berarti dia berhak menonton empat program televisi pilihannya. Cukup banyak, bukan? Membatasi penggunaan televisi tidak hanya berlaku pada anak, namun juga pada Anda. Berikan contoh nyata yang dapat dia lihat setiap hari.

Perbanyak aktivitas keluarga bersama-sama. Minta si kecil agar selalu aktif berpartisipasi. Ajak dia ‘melihat’ dunia yang sebenarnya.

(Berbagai sumber)

SHARE