Menikahi yang 'Berbeda'

0
40

.Pernikahan beda agama sering dipermasalahkan. Pernikahan beda suku sering diributkan. Pernikahan beda tingkat sosial ekonomi sering menjadi pergunjingan. Ada saja celanya bila seseorang menikah dengan pasangan yang ‘berbeda’.

Banyak orangtua melarang anaknya mempunyai kedekatan intim dengan sesorang yang berasal dari suku lain. Mengapa? Mungkin karena pola pikir mereka masih terbawa sejarah masa lalu saat Indonesia belum bersatu dan antar suku saling berperang memperebutkan wilayah? Apakah ‘keutuhan’ dan ‘kebesaran’ nama sebuah suku cukup besar artinya dibandingkan kebahagiaan seseorang untuk dapat berkumpul dan ‘bersatu’ dengan orang yang dia cintai? Toh, perasaan tulus seseorang tidak bisa dibuat-buat.

Begitu pula dengan agama. Ghiboo tidak akan membahas bagaimana aturan sebuah agama di Indonesia yang hanya dapat mensahkan dua sejoli yang seiman. Bila merasa hal tersebut tidak adil, sudah tidak relevan, dan berkeyakinan bahwa tidak pernah ada ‘perbedaan’ di hadapan sang pencipta, Anda berdua bisa melangsungkan pernikahan di luar negeri, kemudian mencatatkannya di Kantor Urusan Agama (KUA) ataupun Kantor Catatan Sipil (KCS). Tidak melanggar aturan, namun impian berumahtangga dengan pujaan hati tetap dapat diwujudkan.

Bagaimana dengan perbedaan sosial ekonomi? Mungkin rasa malu dan gengsilah yang berperan di sini. Seseorang yang ekonominya jauh di bawah Anda belum tentu tidak akan pernah bisa menjadi sukses. Keberhasilan bukan ditentukan oleh banyak sedikitnya harta yang Anda miliki, namun kegigihan, keuletan, dan kerajinan Anda dalam bekerja dan berusahalah yang akan menjawabnya nanti.

Landasi jalinan kasih Anda berdua dengan cinta dan perasaan yang tulus. Bila benar menyayangi, Anda berdua akan selalu ingat dan mau untuk saling berkorban memberikan toleransi. Agama, suku, dan sosial ekonomi bukanlah sesuatu yang seharusnya dibangga-banggakan. Tidak ada suku, agama, atau sosial ekonomi tertentu yang paling hebat. Semuanya tidak akan berarti lagi, bila akhirnya Anda hanya akan menyakiti hati pasangan dengan menggunakan alasan ‘perbedaan’.

Sadarkah Anda, bahwa meski suku, agama, dan sosial ekonomi Anda ‘sejalan’ dengan pasangan, sebenarnya Anda berdua tetaplah berada dalam jalur perbedaan. Ya, perbedaan jenis kelamin, berbeda ayah dan ibu kandung, dan masih banyak lagi perbedaan yang lain. So, why bother?

(Berbagai sumber)

SHARE