Terantuk Batu dan Terlelap…

0
63

.Kepala terantuk batu mungkin bukan impian setiap orang untuk mendapatkan tidur nyenyak. “Lelap” yang didapatkan pun akan berbeda rasanya ketika Anda terlelap karena empuknya bantal dan ‘terlelap’ akibat terkena benturan keras dari bebatuan.

Ajaibnya, Livingstones menggabungkan dua hal tersebut. Nikmati sensasi baru untuk tidur dengan kepala beralas batu. Bukan sembarang batu, namun bantal berbentuk batu. Jangan membayangkan batu kerikil, batu yang diciptakan menyerupai bebatuan kali.

Bantal bebatuan ini memiliki beragam ukuran. Sebesar kepala, sebesar tinggi tubuh anak kecil, hingga seukuran badan orang dewasa. Bayangkan Anda berada dalam suatu ruangan bertema pantai atau sungai di alam bebas.

Kertas dinding menyelimuti seluruh sudut ruangan dengan gambar laut kebiruan. Untuk alasnya, Anda dapat meletakkan karpet berwarna putih, sebagai pengganti pasir putih yang bersih dan langkah terakhir, tentu saja, ‘membanjiri’ ruang kosong dengan banyak bantal berbentuk bebatuan tersebut.

Cukup menyenangkan untuk dijadikan terapi saat Anda merindukan alam. Jatuhkan tubuh ke atas ‘bebatuan’, rebahkan diri dengan santai, dan nikmati alunan rekaman suara desir pantai. Untuk Anda yang memiliki anak kecil, Anda bisa menggunakan bantal batu kali sebagai mainan untuk saling lempar.

Tenang, meski berukuran besar, berbentuk oval, memiliki tekstur bebatuan, dan berwarna keabuan coklat menyerupai batu sebenarnya, namun bantal ini sangat empuk dan halus. Aman untuk kepala, segala usia, dan sangat nyaman untuk dipeluk.

So, tidak takut dilempar ‘batu’ lagi, donk?

(Berbagai sumber)

SHARE