Bahasa Tubuh Memperkaya Kosa Kata

0
44

.Bagaimana Anda berkomunikasi dengan si kecil? Apakah dia akan menangis saat merasa lapar? Merasa bingung saat dia mengucapkan “Bo..bo..” sambil menunjuk botol susu? Itulah cara bayi berkomunikasi. Bukan dengan mengucapkan kata secara tepat, melainkan dengan gerak tubuh dan memproduksi suara-suara yang tidak jelas, seperti menangis dan mengucapkan kata yang tidak memiliki arti dalam kamus. Pada saat dia mengucapkan “Bo..bo..” maka arti sebenarnya adalah “botol”. Mungkin dia ingin minum susu? Bisa jadi juga dia ingin memegang botol tersebut.

Sebagai orangtua, kemungkinan besar hanya Anda yang mampu memahami arti ‘bahasa’ yang dia keluarkan. Penggunaan gerak tubuh akan berfungsi sebagai kata-kata hingga kemampuan oral seorang anak berkembang dan mampu mengeluarkan suara serta kata-kata secara verbal. Gerak tubuh akan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi pada usia dini serta memperkaya kosa kata.

Laura Westberg, direktur Penelitian Khusus pada Pusat Nasional Baca-Tulis Keluarga, mengatakan, “Gerak tubuh merupakan rangka dan jembatan dalam mempelajari kosa kata. Seperti orang dewasa yang belajar membaca dengan mengenali bunyi kata, anak-anak di sisi lain akan menggunakan bahasa tubuh untuk memahami arti sebuah kata.” Menghadapi hal ini, Anda harus merespon dan memberikan umpan balik dengan baik. Semakin besar peran Anda berpartisipasi menggunakan gerak tubuh bersama si kecil, semakin besar kemampuan yang dimilikinya dalam memahami arti sebuah kata dan memperkaya ragam kosa kata.”

Seorang anak harus mampu memahami arti kata terlebih dahulu sebelum sanggup menyusun banyak kata menjadi sebuah frase, kalimat, dan belajar mendengarkan. Berkomunikasilah dengan si kecil menggunakan gerak tubuh setiap hari. Arahkan dia untuk menggunakan bahasa tubuh yang sama dalam mengungkapkan sebuah kata tertentu. Meski pengucapan kata ataupun gerak tubuh yang dilakukan belum sempurna – namun Anda sudah mengerti maksudnya – dorong si kecil agar konsisten melakukannya. Setelah Anda memperkenalkan bahasa tubuh baru kepadanya, anak belum tentu akan langsung mengulangi atau mempraktekkannya. Tidak apa, jangan berkecil hati. Ini bukan berarti Anda tidak berhasil mengajarinya. Biasanya, 6-8 minggu kemudian Anda baru akan bisa melihatnya mempraktekkan bahasa tubuh baru tersebut.

Meski sulit, lambat laun Anda akan mengerti arti dari gerak tubuh yang ingin disampaikan si kecil. Bantu dia berkomunikasi!

(Berbagai sumber)

SHARE