Dari Amerika Sampai Finlandia, Petualangan Mencari Perpustakaan Paling Menawan

0
31

.Orang bijak berkata “buku adalah jendela dunia”. Orang pintar bilang, “baca buku, buka jendela, lihat dunia!!”.

Buang jauh-jauh trauma Anda akan bentuk perpustakaan yang sumpek, berlokasi di gedung tua, tak terawat, sunyi, dan mungkin berhantu seperti yang banyak digambarkan di film-film Indonesia. Di era film Tron dan Justin Beiber ini, Anda layak mendapatkan pengalaman membaca yang nyaman dan menyenangkan. Ini dia beberapa perpustakaan yang bisa Anda jadikan bahan penilaian.

1. Jose Vasconcelos Library
Dengan mengambil lokasi di pusat kota Mexico City, bangunan Jose Vasconcelos Library sungguh sebuah karya seni. Dinding-dinding kacanya bagai sebuah undangan bagi siapa saja untuk masuk ke dalam, dan menikmati lebih dari 500 Ribu koleksi buku yang tersimpan rapi dalam rak kristal setinggi 5 lantai. Alberto Kalach adalah sanga maestro dibalik salah satu perpustakaan terbaik di dunia ini. Arsitek asli asal Meksiko ini berhasil memenangkan kompetisi yang mempersaingkan tak kurang dari 590 proposal yang mewakili biro arsitek dari seluruh penjuru dunia. Furniture yang digunakan merupakan perpaduan antara modernitas dan kenyamanan yang merupakan konsep utama bangunan perpustakaan ini. Jose Vasconcelos Library juga dilengkapi dengan sebuah aula musik, ruang meeting, dan sebuah auditorium yang berkapasitas 520 orang. Di perpustakaan ini juga terdapat sebuah toko buku, ruang pameran, 700 unit komputer yang terhubung dengan akses internet, dan tentu saja sebuah cafeteria yang cozy, menyajikan alunan musik chill out, makanan ringan serta kopi dan coklat hangat untuk para pengunjung perpustakaan

2. Turku City Library
Turku adalah sebuah kota post-modern di Finlandia yang baru saja bersuka cita atas pembukaan perpustakaan baru di kota mereka. Perpustakaan bernama resmi Turku City Library ini berlokasi di pusat kota, berdampingan dengan gedung bekas perpustakaan lama serta beberapa bangunan bersejarah yang dilindungi di kota ini. Konsep dan desain bangunan gedung perpustakaan ini dibuat minimalis dan praktis, menekankan pada fungsi utama meskipun tentu saja tak melupakan sisi estetika. Ruang publik terpusat di dua lantai bangunan utama yang dikelilingi oleh taman yang indah. Kantor staff dan pengelola perpustakaan berada di seberang, di bagian yang menghadap jalan raya. Suasana tenang, nyaman, dan menyenangkan di lantai 2 perpustakaan tak pernah terganggu meskipun di lantai 1 terdapat ruang resepsionis, lounge area, serta perpustakaan khusus anak dan remaja. JKMM Architects percaya bahwa sebuah ruang publik seharusnya memancarkan aura kehangatan dan keterbukaan. Itulah mengapa mereka banyak menggunakan materi kaca untuk mewujudkan gagasannya tersebut. Kaca tak hanya membuka pandangan kita, namun juga menghadirkan kehangatan dan sumber penerangan yang alami.

3. The Seattle Central Library
Sampailah kita ke kota Seatle, pusat kota Washington, lokasi berdirinya The Seattle Central Library. Gedung perpustakaan yang mulai dibuka untuk umum pada tanggal 23 Mei 2004 ini merupakan salah satu perpustakaan paling besar, paling luas, dan paling mendidik yang ada di seluruh dunia. Rem Koolhaas dan Joshua Prince-Ramus dari biro arsitektur dan desain interior OMA/LMN membangun perpustakaan setinggi 11 lantai ini dengan menggunakan materi utama berupa besi dan kaca, dan kini hasil karya mereka disanjung-sanjung sebagai salah satu keajaiban dunia arsitektur modern. Tak kurang dari 1.5 Juta judul buku mengisi rak-rak the Seattle Central Library, berdampingan dengan 400 unit komputer yang siap memberikan pencerahan bagi para pengunjung perpustakaan. Dalam 1 tahun pertama pembukaan perpustakaan ini, The Seattle Library telah berhasil mendatangkan lebih dari 2 Juta pengunjung. Kalau film Sleepless in Seattle dibikin ulang, mungkin kita akan mendapati ending film berupa adegan Sam Baldwin dan Annie Reed bertemu di The Seattle Central Library, dan bukan di puncak Empire State Building.

(Berbagai sumber).

SHARE