Perokok Cenderung Berhenti Karena Faktor Anak

0
39

.Berdasarkan penelitian terbaru, memberikan contoh kepada anak agar tidak merokok merupakan alasan kuat untuk berhenti.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Universitas Otago, Wellington, mengatakan bahwa alasan kesehatan, biaya, dampak untuk perokok pasif terutama anak-anak merupakan alasan utama untuk berhenti merokok.

Penelitian terbaru menemukan bahwa para perokok lebih mengkhawatirkan dampak rokok bagi anak-anaknya. “Faktor anak” merupakan alasan yang paling banyak dipilih sebesar 51% daripada alasan kesehatan sebesar 45%.

Penulis utama George Thomson juga menghasilkan hasil yang sama dan telah dipublikasikan di survei Perancis. “Kebanyakan perokok di beberapa negara memilih alasan kesehatan dan biaya sebagai yang utama untuk berhenti merokok, dan di Selandia Baru hal itu terjadi pada tahun 1990.” kata George.

“Tapi menurut survei yang baru kami lakukan, alasan berhenti karena biaya merupakan peringkat ke tiga. Peringkat kedua karena faktor kesehatan dan pertama karena faktor anak. Hal ini menjadi dimensi baru bagi upaya kontrol terhadap tembakau.” Ujar George.

Dr. Thomson mengharapkan para pejabat pemerintahan dan departeman kesehatan dapat mengambil panduan dari survei ini untuk mempertimbangkan alasan keluarga atau alasan sosial, untuk dimunculkan pada peringatan bahaya rokok dalam kemasan dan iklan media.

Sementara itu, penelitian dari Inggris mengatakan banyak bukti telah didapat, seharusnya orang tua yang merokok harus segera berhenti, atau paling tidak, jangan merokok di dalam rumah. Menurut berita Reuters.

Anak-anak yang menjadi perokok pasif dapat juga terkena masalah kesehatan jiwa, khususnya menjadi lebih hiperkaftif dan cenderung berperilaku buruk, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Paediatrics and Adolescent Medicine.

Yuk, hilangkan asap rokok dalam rumah.

(Berbagai sumber)

SHARE