Big Days For Museum Jakarta

0
39

.Minggu, 12 Desember 2010 kemarin, kawasan Kota Tua ramai dikunjungi orang. Konser musik kecil-kecilan digelar plus banyak mobil-mobil jip tempo dulu, berwarna hijau tentara, diparkir berjejer di dalam kawasan tersebut. Tidak hanya itu, motor-motor berkopling keluaran tahun lama yang mayoritas ber-merk Kawasaki pun ikut meramaikan.

Tidak salah lagi, saat itu sedang berlangsung sebuah event, yakni hari penutupan yang juga sekaligus puncak acara Gebyar Taman Fatahillah 2010. Tahun ini menjadi acara yang ke-15 kali sejak dilangsungkannya Gebyar Taman Fatahillah yang pertama kali pada 2002.

Acara tersebut dimulai pada 20 November 2010 hingga kemarin, 12 Desember 2010. Seorang pengunjung bernama Nungki (29) mengatakan, bahwa hal ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati 300 tahun museum Jakarta.

Dikatakannya lebih lanjut, banyak event digelar sesuai tema. Setelah sebelumnya, konser musik digelar dalam balutan serba indie, maka dapat dilihat, Minggu, 12 Desember 2010 lalu temanya berbau tentara dan rock. Semua serba cadas. Itulah sebabnya, beberapa komunitas motor tua memakai pakaian ala Harley Davidson datang, membuka stand, dan memeriahkan acara.

Semua museum di Kota Tua terlibat dalam Gebyar Taman Fatahillah 2010. Sebut saja museum Sejarah Jakarta, museum Seni Rupa dan Keramik, museum Wayang, museum Bahari, dan UPT Kota Tua. Pengunjung membeludak hanya untuk ikut memperingati tiga abad lamanya gedung museum Sejarah Jakarta yang bergaya arsitektur kuno abad ke-17.

Event besar ini mempersembahkan Festival Wayang, Peringatan 300 Tahun Gedung Museum Sejarah Jakarta, Pekan Seni Rupa dan Keramik, Save Our Heritage, dan Pagelaran Fatahillah.

Gebyar Taman Fatahillah merupakan ide yang jenius untuk menarik minat pengunjung pada budaya dan sejarah Indonesia. Sayang sekali, bila Anda melewatkannya.

(Ghiboo)

 

SHARE